GAYOHukumTakengon

16 Reje di Celala akan Digugat ke PTUN, Reje Kuyun: Mereka Bisa di Pecat

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Reje Kampung atau Kepala Desa Kuyun, Yasir Arafat, akan menggugat 16 reje di Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah.

Gugatan itu akan dilakukan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh, karena Reje Kampung Kuyun, Yasir Arafat, merasa rencana pembangunan kampung terganggu akibat petisi mereka.

Awalnya, Forum Reje Kampung Kecamatan Celala melakukan pertemuan pada 10 Maret 2021, yang dihadiri oleh 16 reje dari 17 reje di kecamatan itu.

Hidayat, merupakan salah seorang pemuda di Kecamatan Celala yang ikut dalam pertemuan itu. Ia juga sepakat penolakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Kampung Kuyun.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah Harus pertimbangkan kembali pembuatan TPA di Kecamatan Celala tepatnya di Kampung Kuyun, karena sudah di tolak oleh 16 Reje dari 17 Reje yang ada di Kecamatan Celala. Penolakan petisi tersebut di sertai tanda tangan dan stempel dari masing-masing reje yang berhadir, karena TPA itu berpotensi menyebarkan penyakit,” kata Dayat, dalam keterangan tertulis, Jumat (12/3/2021).

Penolakan TPA itu jelas Dayat, karena berpotensi merugikan masyarakat di berbagai desa di Kecamatan Celala. Sehingga hasil musyawarah forum reje yang dilakukan oleh 16 reje kampung sangat beralasan.

“Kami selaku pemuda dan masyarakat juga sudah mengkaji dampak-dampak yang mungkin akan terjadi ke depanya,” ungkap Dayat.

Selain itu, Dayat juga menilai menilai pembuatan TPA itu diputuskan secara sepihak tanpa ada musyawarah dengan reje dan seluruh masyarakat sekitar yang terkena dampak.

“Terlepas dari itu, pembangunan TPA ini di putuskan secara sepihak tanpa di adakanya musyawarah dulu, ini kan jelas-jelas merugikan para reje disekeliling TPA tersebut, begitu merugikan masyarakat yang terkena dampak dari sampah yang akan di buang ke TPA tersebut,” tambah Dayat.

Ia juga berharap kepada ketua Forum Reje Kecamatan Celala Awaludin, agar kembali memangil reje, dengan mengikut sertakan para Ketua Rakyat Genap Mupakat (RGM) disetiap desa, agar penanganan petisi penolakan tersebut lebih kuat.

Reje Kampung Kuyun Akan PTUN-kan ke-16 Reje

Sementara itu Reje Kampung Kuyun, Yasir Arafat, berencana menggugat ke-16 reje yang menolak TPA sampah di Kampung Kuyun, Kecamatan Celala.

Menurut Yasir, para reje yang bergabung dengan Forum Reje Kecamatan Celala tersebut, diduga telah ikut campur terhadap rencana Pemerintah Kampung Kuyun yang telah menyetujui rencana pemrosesan sampah di desa itu.

“Saya sedang dalam perjalanan ke Banda Aceh, setelah berkonsultasi dengan pengacara, insya allah pagi saya akan lapor ke PTUN,” kata Yasir Arafat, melalui sambungan telepon, Kamis (11/3/2021) malam.

Menurut Yasir, rencana pemrosesan sampah dilakukan oleh warga Kampung Kuyun melalui BUMK, direncanakan menggunakan sampah yang dibuang oleh masyarakat Kampung Kuyun, dan masih dalam tahap rencana ujicoba.

“Pertama, kami masih akan melakukan ujicoba dengan sampah warga Kampung Kuyun, coba mereka baca ulang berita yang sudah tayang, saya kira sudah jelas,” sebut Yasir.

Penolakan terhadap TPA jelas Yasir, berarti 16 reje menolak inovasi Pemerintahan Kampung Kuyun, yang telah disetujui dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kampung Kuyun.

“Artinya, ke-16 reje kampung di Kecamatan Celala telah mengintervensi rencana pembangunan di kampung kami, jadi saya sebagai Reje Kampung Kuyun merasa tidak terima, dan ini pantas digugat,” ujar, sembari menambahkan, reje di kampung lain tidak berhak mengurusi rumah tangga Kampung Kuyun.

“Ini ibarat nasi yang belum matang kok dimakan, kan sakit perut. Artinya, belum apa-apa mereka sudah merusak nama baik Pemerintahan Kampung Kuyun. Padahal kami masih dalam rencana, belum dikerjakan,” lanjutnya.

Yasir merasa belum mendapatkan data pasti, bahwa Pemkab Aceh Tengah sudah menetapkan TPA di Kampung Kuyun sebagai lokasi pembuangan sampah masyarakat Kota Takengon dan sekitarnya.

“Kami masih akan mengumpulkan sampah yang dibuang oleh masyarakat Kampung Kuyun dulu kok, kan masih ujicoba? Kalau berhasil itu lain cerita,” Terangnya.

Ia juga mempertanyakan niat 16 reje yang menolak TPA di Kampung Kuyun itu, karena direncanakan sementara dikhususkan untuk inovasi pemrosesan sampah Kampung Kuyun.

“Catat ini, kami sudah studi banding. Alatnya sudah kami beli, antisipasinya sudah ada. Coba cek, berapa banyak reje di Kecamatan Celala yang sudah studi banding dan melakukan inovasi serupa? Kalau ada alhamdulillah, mari kita berkompetitif untuk hal positif, bukan mengurusi inovasi desa lain,” tegasnya.

Reje yang Menolak Potensi Dipecat

Masih menurut Yasir Arafat. Pihaknya akan melayangkan gugatan ke PTUN Banda Aceh pada Jumat pagi.

Bukan hanya itu, ia juga tengah mempertimbangkan untuk meminta pemecatan terhadap reje kampung yang menolak TPA tersebut.

“Kalau terbukti sesuai yang kita adukan, dan hakim melihat dan menganggap layak.apa yang kami gugatkan nanti, mereka bisa diusul kepada bupati untuk dipecat karena ikut campur urusan kampung lain,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button