AcehHukumlingkungan

2 Anak Meninggal di Lubang Eks Galian C di Aceh Timur, WALHI Aceh: Usut Tuntas

Press Realise

BANDA ACEH, SUARAGAYO.com – Dua orang anak meninggal dunia saat berada di lubang eks galian C  jenis batuan, tepatnya di Gampong Blang Gleum, Kecamatan Julok, Aceh Timur,  Sabtu (15/8/2022) lalu.

Dua korban tersebut adalah kakak beradik, Muhammad Fauzan (9), dan Nurul Fazilah (13).

Berdasarkan kronologis, berawal saat korban pergi bermain sepeda bersama temannya. Mereka pergi ke arah kawah bekas galian C yang berada tidak jauh dari rumah warga. Saat bermain, Muhammad Fauzan diduga haus dan hendak mengambil air untuk diminum di kawah tersebut. Namun Fauzan tiba-tiba terpeleset ke dalam air sehingga dilihat oleh kakaknya Nurul Fazilah, yang saat itu ikut bermain bersama. Nurul kemudiam berusaha menolong adiknya yang tenggelam.

Namun naas, sang kakak juga ikut tenggelam bersama sang adik ke dalam kawah berair tersebut. Teman-teman mereka panik dan memberitahukan peristiwa itu kepada warga. Pencarian dilakukan. Sekitar satu jam kemudian, jenazah korban akhirnya ditemukan.

Meskipun sempat dibawa ke Puskesmas Julok, namun korban sudah meninggal dunia pada saat tenggelam di lubang eks tambang tersebut.

Berdasarkan tragedi tersebut, WALHI Aceh mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus kematian dua anak tersebut. Sebab WALHI Aceh menganggap, peraoalan iitu bukan kasus biasa, ada aspek kelalaian pelaku usaha pada eks lokasi kegiatan tambang galian C yang harus diminta pertanggungjawaban hukum.

“Karena Negara mewajibkan dilakukan reklamasi pada setiap lubang tambang. Jika kita mendengar informasi lapangan, lubang tersebut ditinggalkan begitu saja tanpa ada perlakukan reklamasi sehingga dapat dengan mudah diakses oleh anak,” ucap Ahmad Shalihin, Direktur Esksekutif Daerah WALHI Aceh, Ahmad Shalihin, dalam keterangan tertulis yang diterima Suaragayo.com, Senin (15/8/2022).

Artinya jelas Shalihin, pelaku usaha mengabaikan kewajiban reklamasi paska tambang, sehingga hal itu melanggar hukum pertambangan.

<span;>”Jika kemudian kegiatan tambang itu sebelumnya dilakukan secara illegal, maka ada unsur pidana lain yang juga harus diusut,” sebut Shalihin.

Berdasarkan data IUP Mineral Bukan Logam dan Batuan Tahun 2021 yang tersedia di WALHI Aceh. Ada tiga izin tambang galian C yang mendapatkan isin operasi produksi komoditas pasir dan batuan di Gampong Blang Gleum, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, yaitu atas nama Muhammad seluas 2 hektare dengan Nomor Izin: 545/DPMPTSP/2182/IUP-OP/2016, izin tersebut diberikan pada tanggal 18 November 2016 dan berakhir November 2019. Kemudian atas nama Zaimuknir dari UD Paya Pasi Jaya seluas 1,8 hektare, dengan Nomor Izin: 540/DPMPTSP/3665/IUP-OP1/2020, yang diterbitkan pada 8 Desember 2020 dan berakhir pada 8 Desember 2022. Dan yang terakhir atas nama Ibrahim Ali seluas 1 hektare dengan Nomor Izin: 540/DPMPTSP/1622/IUP-OP/2020, yang diterbitkan pada 3 Juni 2020 dan berakhir izin pada 3 Juni 2022.

“Berdasarkan data tersebut, di Gampong Blang Gleum, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur terdapat tiga izin, satu dua izin telah berakhir, dan satunya lagi akan berakhir pada desember 2022. Terkait izin yang berakhir, WALHI Aceh belum mendapatkan informasi apakah telah diperpanjang atau tidak. Jika kemudian dihubungkan dengan tragedi yang menimpa kakak beradik, kejadiannya diduga terjadi di lubang eks lubang galian C,” tegas Shalihin.

Selain mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut, WALHI Aceh juga mengingatkan Pemerintah Aceh Timur untuk tidak sembarangan memberikan rekomendasi wilayah untuk dibuka tambang galian C.

Begitu juga Pemerintah Aceh setiap izin yang diberikan untuk dilakukan pengawasan atau kontrol atas sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang izin.

“Dalam kasus ini, selain pelaku usaha, Pemerintah Aceh Timur dan Pemerintah Aceh harus bertanggungjawab atas meninggalnya Muhammad Fauzan dan Nurul Fazilah yang tenggelam di lubang eks izin tambang galian C di Gampong Gleum, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur,” pungkas Shalihin.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button