GAYOHukumTakengon

Cerita Pengurus PPNI Aceh Tengah: 3 Perawat yang Positif Covid-19 sempat Shock dan Merasa Dikucilkan

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Sejak Covid-19 merebak di Kabupaten Aceh Tengah, sedikitnya 3 perawat di RSUD Beru Takengon terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu diungkapkan, Ketua DPD PPNI Aceh Tengah, Ns Firtra Iwandi, saat ditemui Suaragayo.com, Rabu (16/9/2020) malam.

Menurut Fitra Iwandi yang akrab disapa Bakong, ketiganya bekerja di salah satu ruangan rawat inap RSUD Datu Beru sejak beberapa waktu yang lalu.

“Dua diantaranya sudah sembuh dan sudah kembali berkumpul ditengah masyarakat,” kata Bakong.

Dijelaskan, setelah hasil Swab dikeluarkan oleh laboratorium, ketiga sempat mengalami shock atau terkejut.

“Ada 1 perawat pria dan 2 perawat wanita. Mereka awalnya shock, bahkan keluarga juga mengalami hal yang sama,” ujar Bakong.

Dua diantara perawat yang positif ini, diduga terpapar dari pasien asal Bener Meriah yang meninggal dunia dan sempat dirawat di RSUD Daru Beru Takengon.

“Kedua pasien ini merupakan pasien pertama Covid-19 di Aceh Tengah,” lanjut Bakong.

Setelah mengikuti isolasi di Ruang Dedingin RSU Datu Beru, keduanya langsung melakukan komunikasi dengan Ketua PPNI Aceh Tengah tersebut.

“Mereka berdua bilang tidak menduga. Karena mereka terpapar dari seorang pasien yang selama ini mereka rawat,” jelas Bakong.

“Kita memberi semangat, kadang menuruti permintaan mereka. Apa yang ingin makan, cemilan apa. Kita pengurus PPNI dan pihak rumah sakit selalu memberikan dukungan moral dan sprititual,” ungkap Bakong.

Komunikasi yang dibangun oleh Bakong terhadap keduanya melalui telepon seluler, atau video call pada saat pasien tersebut diisolasi.

Sementara itu, disaat yang sama, Sekretaris DPD PPNI, Ns Afrizal Faisal bercerita tentang 1 orang perawat yang juga anggota organisasi itu terkonfirmasi positif Covid-19 pada 12 September lalu.

“Saya mengetahui informasi ini dari kabar teman-teman di RSU Datu Beru, namun setelah kita konfirmasi kepada yang terkait, ternyata benar positif,” jelas Afrizal.

Perawat wanita tersebut mengetahui hasil positif dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Aceh Tengah.

“Dia menyampaikan rasa terkejutnya kepada kami saat didatangi sejumlah tim terkait Covid-19. Kami kemudian memberikan semangat dan motivasi untuk menjaga kesehatan,” ujar Afrizal.

Pasien ini kemudian diintruksikan untuk isolasi mandiri, karena gejala perawat ini adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Kami sempat bertanya, apa ada keluhan. Kata yang bersangkutan tidak ada. Dugaan kita rekan kita ini terpapar dari pasien yang diketahui reaktif rapid test beberapa waktu lalu,” jelas Afrizal, sembari menambahkan hasil Swab dari Banda Aceh keluar pada September.

Pasien ini menurut Afrizal sempat mendapatkan stigma dari warga disekitar kampungnya di Kecamatan Lut Tawar, setelah tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 datang.

“Dia merasa dikucilkan, dihindari oleh masyarakat maupun dari keluarga besarnya. Apalagi yang bersangkutan tinggal bersama kedua orangtuanya,” ungkap Afrizal.

Baik Bakong dan Afrizal sebagai pimpinan DPD PPNI Aceh Tengah berharap, agar seluruh perawat di Aceh Tengah tetap mewaspadai Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Jangan lupa pakai APD saat bekerja,” tambah Afrizal.

Kepada masyarakat agar selalu mematuhi intuksi pemerintah dalam hal penanggulanan Covid-19.

“Dan memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan di Aceh Tengah, agar seluruh tenaga kesehatan di Aceh Tengah bekerja melawan Covid-19,” pungkaa Afrizal.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button