AcehGAYOLiputan KhususTakengon

Satu dari 10 Pendaki Asal Lhokseumawe di Bur Kelieten Diperkirakan Alami Hipotermia

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Tengah, Ishak, mengungkapkan informasi terkini yang diperoleh pihaknya pada Minggu (22/11/220) pagi, pasca kabar 10 pendaki asal Lhokseumawe yang alami masalah di Bur Kelieten, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.

Menurut Ishak, pihaknya mendapatkan informasi, 1 dari 9 pendaki alami kedinginan di shelter dua Bur Kelieten tempat mereka memasang tenda terakhir.

“Kami baru saja dapat informasi, bahwa salah seorang pendaki alami kedinginan di atas sana,” kata Ishak, dihubungi Suaragayo.Com, Minggu (22/11/2020).

Suasana personel gabungan yang menunggu tim evakuasi di Bur Kelieten yang tengah berupaya melakukan evakuasi terhadap 10 pendaki asal Lhoksumawe. (Foto: Istimewa)

Karena itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah bersama tim SAR sedang melakukan evakuasi terhadap 10 pendaki Bur Kelieten tersebut.

Evakuasi dilakukan setelah pihak BPBD menerima informasi dari RAPI Aceh Tengah, tentang sekelompok anak muda dari Lhokseumawe yang berada di puncak Bur Kelieten mengalami masalah saat akan turun setelah mendaki semalam.

“Kami mendapat informasi setelah ada keluarga dari lhokseumawe berkomunikasi dengan pihak RAPI Aceh Tengah, kemudian RAPI berkoordinasi dengan BPBD, ternyata informasi itu benar adanya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengh, Ishak, dikonfirmasi, Minggu (22/11/2020).

Menurut Ishak, berdasarkan informasi yang diperoleh, saat akan turun gunung, para pendaki dilaporkan mengalami masalah cuaca sekitar Pukul 23.00 WIB.

Saat itu para pendaki terjebak Hujan dan menginap di shelter dua Bur Kelieten.

Pihaknya belum mengetahui identitas pasti dari kesepuluh pendaki tersebut.

“Tadi pagi kita dapat informasi, salah satu dari pendaki kedinginan. Sementara kondisi tanah di atas licin, sehingga pendaki mengalami kesulitan untuk membantu rekannya yang kedinginan tadi,” kata Ishak.

Tim TRC BPBD Aceh Tengah bersama Tim SAR jelas Ishak, sudah naik ke Bur Kelieten kurang dari Pukul 10.00 WIB pada Minggu pagi.

“Sekarang tim ini sedang melakukan evakuasi, sementara kami sejumlah tim dari BPBD bersama aparat TNI dan Polri sedang siaga dibawah Bur Kelieten,”

Mengenal Hiportemia saat Mendaki Gunung

Jika merujuk dalam berbagai kasus pendaki yang “kedinginan” saat mendaki, maka diperkirkan kondisi tersebut dipekirakan erat kaitannya dengan Hipotermia.

Hipotermia merupakan suatu kondisi dimana sistem dalam tubuh untuk pengaturan suhu badan kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Kondisi ini kerang menyerang para pendaki yang tidak membawa perlengkapan lengkap, terkena guyuran hujan, kurang mengkonsumsi kalori atau lainnya.

Gejala Hipotermia

Dikutip dari Phinemo.Com, gejala Hipotermia adalah:

a. Hipotermia biasanya diawali dengan berupa kedinginan biasa, badan yang menggigil, gemetar menahan dingin, kadang hingga gigi saling beradu ketika tidak kuat menahan dingin.

b. Tubuh yang basah baik karena terkena hujan atau sisa keringat yang menempel pada baju, maka serangan hipotermia akan semakin cepat.

c. Bila ada angin yang bertiup kencang, pendaki biasanya akan cepat kehilangan panas tubuhnya. Jadi potensi terkena hipotermia akan meningkat ketika pendaki juga mengenakan pakaian basah.

d. Hipotermia menyerang secara perlahan, hal ini menyebabkan calon korban tidak menyadari bahwa akan terserang hipotermia.

e. Hipotermia menyerang saraf dan bergerak dengan pelan, oleh karena itu sang korban tidak merasa kalau dia menjadi korban hipotermia. Dari sejak korban tidak bisa nahan kedinginan sampai malah merasa kepanasan di tengah udara yang terasa membekukan, korban biasanya tidak sadar kalau dia telah terserang hipotermia.

f. Hipotermia bisa menyebabkan korban pingsan hingga berhalusinasi. Halusinasi bisa menyebabkan banyak hal-hal berbahaya yang menyebabkan keselamatan pendaki tersebut. Oleh karena itu, tindakan pencegahan adalah hal yang terbaik. Halusinasi bisa menyebabkan tindakan aneh, seperti berlari-lari, membuka pakaian karena kepanasan, bertingkah di luar kebiasaanya. Kawan seperjalanan wajib waspada memperhatikannya ketika hal-hal tersebut terjadi.

 

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button