Bener MeriahGAYOHukum

Anak Diperkosa 2 ABG di Bener Meriah, Ayah: “Saya Orang Bodoh, Sebenarnya Takut Lapor”

Penulis: Iwan Bahagia

BENER MERIAH – SUARAGAYO.com – Seorang warga Bener Meriah, Aceh, berinisial NS (62) masih ingat betul kejadian hari itu, 31 Juni 2020.

Usak waktu maghrib, NS merasa ada yang berbeda saat putrinya pulang bermain bersama seorang rekannya yang juga seorang remaja perempuan.

Padahal pagi hari, mereka berdua meminta izin bermain keluar bersama-sama.

Petang itu keduanya datang. Setibanya di pintu rumah, temannya langsung masuk, sementara anaknya sendiri berdiri kaku di depan pintu masuk. Bajunya juga lusuh tak karuan.

Apalagi putrinya kelihatan trauma seperti baru terjadi sesuatu yang buruk.

“Temannya masuk, tapi anak saya tidak berami masuk…” NS tiba-tiba langsung menangis terisak ketika mulai menjelaskan kepada sejumlah wartawan menemuinya di ruang serbaguna milik desa, Rabu (10/9/2020).

“Saya bilang ayo masuk, ayo masuk,” jelas NS menyambung kembali.

Keduanya membisu saat NS bertanya ada apa gerangan. Teman NS juga ikut terdiam.

“Dia (menyebut nama korban) Pak, dia pak…sudah diperkosa sama orang,” jawab teman anaknya itu.

“Saat sempat tanya dimana, temannya itu bilang di (lokasi) pacuan kuda. Saya tanya kenapa gak kamu lawan, dia jawab sempat melawan, tapi ditampar, kalau gak digigitnya,” terang NS yang masih berderai air mata.

Sebagai penutup cerita malam itu, temannya pulang, sementara NS tidak tega mengintrogasi anak gadisnya yang merupakan anak ketiga tersebut.

Satu hari kemudian, teman anak gadisnya menginap dirumah NS atas permintaan NS.

Paginya NS melapor kepada Reje (Kepala desa) setempat, dengan membawa korban perkosaan dan saksi.

“Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya, karena anak saya sudah trauma, istri saya juga trauma,” sebut NS.

Pasca kejadian, ibu korban yang sakit stroke selama bertahun-tahun mengalami trauma apabila mendengar kendaraan parkir di depan rumah.

“Apalagi kalau ada panggilan kayak gini, kita yang susah,” jelas NS.

Bahkan istri NS sempat meminta pindah dari rumah yang dihuninya.

“Pokoknya kalau malam itu, ada mobil apapun. Kalau ada lampu itu diminta matikan semua, kita diminta intip, mobil siapa itu, dia takut orang itu (Pihak pelaku),” ungkap NS.

Kasus ini kini ditangani Mahkamah Syar’iyah Bener Meriah. Namun NS mengeluhkan anaknya sebagai korban perkosaan yang tidak mendapatkan pendampingan hukum dan psikologis dari pihak manapun. Termasuk istrinya yang trauma pasca kejadian.

Termasuk bantuan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bener Meriah juga nihil.

“Ada yang janji mendampingi, tapi sampai sekarang tidak ada datang,” ucap NS.

Bahkan orang yang dimaksud berjanji kepada NS untuk mendampingi proses hukum hingga pengadilan, tetapi sampai pada sidang kedua tidak ada kabar.

“Saya gak kenal sama keluarga pelaku, sama anak itu juga tidak kenal,” ungkap NS lagi.

NS sempat ketemu dua pelaku pemerkosa dan seorang temannya yang terlibat dilokasi kejadian. NS mengaku tidak kenal dengan pelaku dan keluarganya.

NS menuturkan, pelaku berjumlah tiga orang dan semuanya masih di bawah umur.

“Yang melakukan (Perkosaan) dua orang. Yang satu temannya berada diluar menjaga teman anak saya supaya tidak melapor kemanapun,” kata NS.

Satu dari dua pelaku pemerkosa merupakan ABG yang tinggal di salah satu desa di Kecamatan Bandar.

Dugaan pemerkosaan dilakukan keduanya bersama satu orang yang terlibat terjadi di sebuah kandang kuda di Lapangan Pacuan Kuda Sengeda Bener Meriah.

Satu dari dua pelaku pemerkosa diduga merupakan orang yang mengusulkan rencana jahat tersebut.

“Saya orang bodoh, gak berani melapor kemanapun. Setelah bertemu adik saya baru saya melapor polisi,” sebut NS.

“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya, karena anak saya menanggung seumur hidup,” timpal NS

Informasi yang diperoleh Suaragayo.com, dua ABG yang diduga pelaku pemerkosaan bersama seorang rekannya yang terlibat menggunakan jasa 3 orang pengacara. Mengenai itu, NS pasrah, karena sepengetahuannya tidak ada pendampingan terhadap korban dan pemberitahuan pendampingan kepada pihak keluarga korban.

“Kami kayak orang bodoh di Pengadilan, celingak celinguk,” ucap NS sedih.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close