3

Armia Kembali Terpilih Sebagai Ketua Koperasi Permata Gayo

Penulis: Zuriana Munthe

BENER MERIAH, SUARAGAYO.Com – Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar Koperasi Permata Gayo (KPG) Tahun Buku 2020, selesai Selasa (9/3/2021) petang.

Seperti halnya dalam kepengurusan suatu organisasi, setiap habis masa jabatan, tentu harus melaksanakan laporan pertanggung jawaban pengurus serta pembahasan AD/ART serta memilih calon ketua dan pengurusan yang baru.

Namun, pandemik Covid-18 di dumia ternyata menjadi pembahasan kala itu. Sebab, Ketua KPG, Ir Armia mengungkapkan, bahwa koperasi yang dipimpinnya ternyata berperan dalam membantu Satgas Covid-19 Bener Meriah, selama penanggulangan wabah tersebut, dengan memberi bantuan sebesar 100 juta rupiah.

“Alhamdulillah, berkat kontribusi kita semua, KPG telah berbuat untuk masyarakat dengan memberikan bantuan kepada tim Satgas Covid-19 Bener Meriah,” jelasnya.

Secara internal, ia juga menyebutkan upaya penanggulangan serta program tergait kewaspadaan terhadap Covid-19, baik secara sosialisasi maupun bentuk bantuan material dan inmaterial, juga dengan menjalankan pogram kemitraan dengan pihak Korea Selatan.

Setelah seremoni selesai, Pada RAT yang ke-XI itu diakhiri dengan pemilihan Ketua KPG yang baru, untuk masa jabatan lima tahun.

Pemilihan dengan sistem voting dilakukan dengan melibatkan pemilih dari para delegasi dan kolektor KPG di Gudang yang berada di Ujung Gele, Bener Meriah.

Terdapat dua kandidat yang mencalonkan diri sebagai ketua KPG untuk periode 2021-2025.

Kedua kandidat tersebut adalah Ir Armia dengan wakil Arifudin, serta Mukti Hakim dengan wakil M Saleh.

Hasil voting memastikan, pasangan Armia-Arifudin menjadi Ketua dan Wakil Ketua yang terpilih.

Ini merupakan kedua kalinya Armia yang sudah berusia 55 tahun itu menjadi Ketua KPG.

Armia juga merupakan Ketua Asosiasi Eksportir Aceh hingga 2025.

Saat dimintai keterangan mengenai permasalahan harga kopi oleh suaragayo.com, Armia mengatakan, bahwa untuk masalah itu KPG telah mengadakan resi gudang sebagai solusi.

Terkait ekspor kopi Arabika Gayo, per awal januari 2021, KPG sendiri masih berjalan lancar, hanya saja proses pengiriman masih harus dilakukan dua minggu sekali, karena belum selesainya penanganan Covid-19 di dunia.

“Semua negara eksportir juga masih menampung kopi Gayo,” kata Ir Armia.

Ia mengungkapkan, KPG selama ini memiliki 4 unit gudang tempat penampungan kopi.

Keempat gudang tersebut tersebar di beberapa desa di Kabupaten Bener Meriah, yaitu di Kampung Ujung Gele, Pondok Baru, Bener Pepanyi, dan Kampung Ramung.

“Sedangkan gudang besarnya itu berada di Kota Medan,” sebut Armia.

Sebagai hiburan, saat penutupan RAT ke-XI KPG juga dimeriahkan dengan suara emas seorang delegasi bernama Ceh Iskandar. Dengan sa’er diiringi cengkok khas Gayo, Ia mengungkapkan harapan besar agar KPG memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi semua pengurus serta anggota koperasi.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button