GAYOPolitikTakengon

Arwin Mega: Kalau Ada yang Tak Puas soal SK KP3ALA, Kami Tunggu di DPRK Aceh Tengah

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega tetap berencana membekukan kepengurusan Komite Persiapan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KPK3ALA) Aceh Tengah.

Menurut Mega, sejumlah pengurus dan aktivis KP3ALA sudah menemui dewan untuk meminta pembekuan organisasi tersebut sementara waktu.

“Mereka datang ke sini, berkonsultasi. Menjelaskan alasan detail tentang KP3ALA, jadi ini sudah melalui berbagai pertimbangan,” kata Mega, melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2020).

Meski demikian jelas politisi Ketua PDI Perjuangan Aceh Tengah ini, pihaknya tidak pernah merasa menunjuk siapapun sebagai ketua, melainkan diserahkan sepenuhnya kepada pengurus lama untuk menyusun pengurus yang baru.

“Pertama, kita tidak pernah mengusulkan nama ketua, melainkan sepenuhnya merupakan usulan dari pihak pengurus dan aktivis KP3ALA ada yang datang,”

“Saya dengar-dengar ada yang menolak rencana pembekuan dan pembentukan pengurus baru KP3ALA Aceh Tengah yang di-SK kan DPRK, tetapi sejauh ini menurut saya belum ada. Karena tidak ada yang komplain ke dewan kok. Kalau ada yang keberatan atau tidak puas, kami tunggu di gedung dewan, kan ini rumah dewan, siapa aja bisa datang,” jelas Arwin Mega.

Dijelaskan Mega, dirinya tidak mau terlalu menanggapi berbagai spekulasi terkait struktur KP3ALA Aceh Tengah. Sebab sebagai ketua dewan, Mega tidak ingin menganggu aktivitas gerakan ALA yang sedang dibangun oleh anak-muda di Aceh Tengah.

“Kami ini harus berhati-hati mengambil keputusan. Pengurus KP3ALA bukanlah pengurus abadi, bahkan yang sudah tidak meninggal dunia belum di resktrurisasi, entah kalau baru-baru ini, tetapi ya kami sudah terima masukan dari pihak yang meminta untuk dibuat SK baru,” ungkap Mega.

Ia beranggapan, kalaupun ada dualisme gerakan ALA, itu adalah hal yang biasa. Kedua belah pihak menurut Mega, punya visi yang sama, meski bergerak dengan cara yang berbeda.

Maka dari itu tambah Mega, kedua belah pihak harus fokus dengan melanjutkan upaya para pejuang ALA terdahulu untuk mendukung pemekaran provinsi di Aceh.

“Jadi gini, kalau ada pengurus lama KP3ALA Aceh Tengah yang ingin ikut serta bergabung demgan KP3ALA yang baru, nanti harus diberikan kesempatan yang sama. Bahkan untuk calon ketua. Sekarang kan masih persiapan menuju kesana. Jadi gak perlu ada yang diributkan,”

“Menurut pengakuan pengurus KP3ALA yang lama, tidak pernah ada penggantian pengurus yang sudah meninggal dunia. Rapat-rapat resmi hampir tidak pernah terdengar, media pantau itu kan? Jadi sudah wajar diganti,” tambah Mega.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button