AcehGAYONasional

Atlet Kembar Asal Gayo Wakili Provinsi Bali di Kejurnas Panjat Tebing KU XV Banda Aceh

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI) sudah merilis para peserta Kejuaraan Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XV yang akan berlangsung di venue FPTI di komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, yang akan digelar pada 18-25 November 2021 mendatang.

Terdapat empat nama atlet Aceh Tengah yang akan bertanding mewakili ProvinsiAceh dalam kejuaraan level tertinggi di Indonesia itu.

Keempat atlet tersebut adalah Dani Syafitra dan Surya Gusfian, yang akan bertanding di kategori Youth A Putra, atau usia Kelompok Umur 16 – 17 tahun. Kemudian Nafis Ken Aulia yang akan bertanding di kategori Youth C Putra atau Kelompok Umur usia 12-13 tahun. Lalu Tazkiyah Salsabila Rista, yang diturunkan untuk di kategori Youth C Putri.

Namun ada hal yang menarik, dari daftar nama peserta yang dipublikasikan FPTI Pusat, ternyata terdapat atlet Gayo yang akan bertanding di Kejurnas Panjat Tebing ini, dan nama yang identik dengan Gayo ini ternyata bukan atlet binaan Pengcab FPTI Aceh Tengah.

Berdasarkan data yang diperoleh Suaragayo.com dari website resmi milik FPTI Pusat, terdapat dua nama khas Gayo yang terdaftar sebagai atlet yang akan bertanding di kategori Lead Youth D putra, atau usia 10 – 11 tahun. Kategori yang juga secara kebetulan, tidak diikutsertakan empat atlet Gayo yang akan bertanding mewakili Aceh di Kejurnas kali ini, dengan kata lain, tak seorangpun dari mewakili Tanoh Gayo yang bertanding pada kategori Youth D. Sehingga, nama-nama mereka tidak tertera di dalam daftar tersebut.

Dua nama atlet khas Gayo yang terdaftar di kategori Youth D itu adalah Ceding Bintang Arigayo yang berada di urutan kedua dalam daftar atlet. Berikutnya Xien Lintang Tuahnaru yang tertera di urutan 14 pada daftar yang dipublikasikan oleh FPTI Pusat itu.

Namun ketika diperhatikan dengan seksama pada bagian kolom Asal Provinsi, keduanya ternyata tampil tidak mewakili provinsi Aceh,  melainkan jadi atlet Provinsi Bali.

Berdasarkan penelurusan Suaragayo.com, ternyata kedua nama di dalam daftar itu adalah dua anak lelaki kembar kelahiran 2010 yang merupakan putra Gayo asli yang berasal Kute Rayang, Isak. Mereka tinggal menetap di Bali sejak tahun 2013, setelah sebelumnya tinggal di Jakarta.

Kebenaran informasi bahwa dua nama itu berasal dari Isak dibenarkan seorang warga Isak, yakni Renggie Ramadhan.

Renggie membenarkan bahwa kedua bocah kembar ini memang berasal dari Kute Rayang, Isak. Menariknya lagi, keluarga kedua bocah itu adalah anggota Kuru Imem di kampung Kute Rayang.

“Masyarakat Isak percaya kalau keluarga ini adalah keturunan langsung dari Datu Merah Mege,” kata Renggie, Selasa (16/11/2021).

 

Kedua bocah itu juga merupakan cucu dari Pimpinan Panti Asuhan Yayasan Noordeen, Dedalu, Syamsuddin AS.

Memastikan keberadaan sosok dua bocah Gayo yang mewakili Bali di Kejurnas Panjat Tebing ini, Suaragayo.com kemudian menghubungi ketua tim ofisial kontingen Bali, Ponti Hardianto, Senin (15/11/2021).

Ternyata, Ponti adalah pelatih yang menemukan bakat kedua anak ini dan melatih mereka berdua mulai dari teknik dasar.

Menurut Ponti yang semasa menjadi atlet pernah meraih prestasi mentereng di berbagai kejuaraan penting tingkat Nasional dan Asia.

Pada awalnya, hanya sang adik, Xien Lintang Tuahnaru, yang menekuni olahraga panjat tebing. Sementara itu si Abang, Ceding Bintang Arigayo, awalnya menekuni olahraga renang dan panahan. Disamping itu, dua bocah kembar ini juga menekuni olahraga bela diri kempo. Keduanya adalah Kenshi Kyu Tiga, yang memegang sabuk hijau.

Ceding Bintang Arigayo, baru menekuni olahraga panjat tebing setelah sang adik menjadi juara di Porjar Badung dengan memboyong tiga medali emas dan satu medali perunggu. Atas hasil itu, Xien Lintang Tuahnaru yang saat itu masih berusia 9 tahun, terpilih mewakili kabupaten Badung ke Porjar tingkat provinsi, dengan meraih dua medali perak yang membuatnya diganjar bonus plus uang pembinaan oleh Pemkab Badung, sebesar 12 juta rupiah.

Ketika mulai menekuni olahraga ini, kemampuan Ceding Bintang Arigayo terus menanjak. Bahkan pada 2019, Bintang turun di Porjar kabupaten Badung mewakili Kecamatan Kuta Selatan. Bintang kemudian berhasil meraih medali perunggu, yang kemudian melenggang bersama sang adik mewakili Badung ke Porjar Bali.

“Sayangnya kemudian Covid -19 mengganas dan Porjar 2020 ditiadakan,” kata Ponti.

 

Wakili Bali Setelah Lolos Seleksi

Xien Lintang Tuahnaru, sudah pernah bertanding mewakili Bali di sebuah kejuaraan terbuka di Surabaya pada 2018 silam. Kala itu, Lintang berhasil unggul melawan atlet dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi dengan meraih juara ketiga.

Sementara bagi Bagi Ceding Bintang Arigayo, Kejurnas Kelompok Umur XV di Banda Aceh ini adalah pengalaman pertamanya mewakili Provinsi Bali.

Proses seleksi yang dilewati kedua bocah ini sehingga mereka terpilih mewakili Bali juga bukan merupakan sesuatu yang mudah.

Menurut Ponti, kedua bocah Gayo asal Kute Rayang yang tercatat sebagai atlet Pengcab FPTI Kabupaten Badung ini tampil memperkuat Bali, setelah lolos dari seleksi yang diselenggarakan oleh Pengprov FPTI Bali yang diikuti oleh para atlet yang mewakili berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Bali.

Dalam seleksi ini, para atlet kategori Youth C dan Youth D, pemeringkatan atlet digabungkan dan mereka memanjat jalur yang sama. Perbedaannya, pemanjat Youth D memanjat dengan memasang runner dan Youth D tidak. Tiga peringkat teratas, akan dipilih mewakili Bali ke Kejurnas Kelompok Umur XV yang berlangsung di Banda Aceh.

Pada babak kualifikasi, sang adik, Xien Lintang Tuahnaru, berhasil masuk ke peringkat ketiga. Posisinya saat itu berada di bawah dua pemanjat kategori Youth C, Samudera asal kabupaten Badung dan Elang, pemanjat dari Kota Denpasar.

Sementara si Abang, Ceding Bintang Arigayo yang lahir 5 menit lebih awal, harus puas berada di peringkat kelima, tapi hasil itu sudah cukup untuk membawanya ke final yang mempertandingkan tujuh pemanjat peraih nilai tertinggi di babak kualifikasi.

Dari tujuh pemanjat yang berhasil mencapai final ini, empat di antaranya merupakan wakil dari Kota Denpasar dan tiga lainnya membawa bendera FPTI Kabupaten Badung.

Di babak final, Xien Lintang Tuahnaru berhasil naik ke peringkat kedua, tepat di bawah Samudera  dan Ceding Bintang Arigayo, pemanjat dari kelompok umur Youth D ini berhasil menyodok ke peringkat ketiga yang merupakan batas bawah kelolosan, mengalahkan Elang, sehingga pemanjat merupakan wakil dari Kota Denpasar yang menurut kategori usia, satu tingkat di atasnya ini harus puas menempati peringkat ke empat dan terpaksa merelakan tempatnya di kontingen Bali untuk bertanding di kejurnas Banda Aceh, jatuh ke tangan si bocah Kute Rayang.

Dengan hasil ini, tiga pemanjat yang tampil membawa panji-panji FPTI Badung di final seleksi, seluruhnya lolos mewakili Bali ke Kejurnas Kelompok Umur XV yang berlangsung di Banda Aceh, menyingkirkan empat wakil Kota Denpasar.

Sejak beberapa hari yang lalu, dua pemanjat Gayo yang akan tampil mewakili provinsi Bali ini berada dalam karantina FPTI Bali, untuk persiapan ke Banda Aceh.

Dalam foto yang kami terima dari salah seorang ofisial tim Bali, Galih, tampak Ceding Bintang Arigayo memakai kaos hijau muda dan sang adik Xien Lintang Tuahnaru mengenakan kaos hijau tua dengan loreng, yang keduanya bertuliskan Badung.

Hari ini, 16 November 2021, mereka akan bertolak ke Banda Aceh dan bersiap untuk bertanding melawan 15 pemanjat lain yang tampil mewakili 9 provinsi  yang ada di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Begitulah latar belakang dari dua pemanjat cilik asal Gayo yang akan tampil memperkuat provinsi Bali di Kejurnas Panjat Tebing KU XV di Banda Aceh.

Semoga keduanya bisa menampilkan performa maksimal dan mengharumkan nama Gayo di tingkat Nasional.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button