EdukasiGAYOTakengon

Belajar Tatap Muka Mulai Berlaku di Aceh Tengah, Serpihan Rindu Zahra dan Marwa Akhinya Terobati

Penulis: Desi Mentari

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Ada serpihan rindu dari mereka yang menduduki bangku kelas empat di MIN 16 Aceh Tengah. Sekolah tempat mereka harusnya biasa bertemu dengan teman dan para gurunya.

Masa pandemik Covid-19 membuat mereka berhenti untuk duduk di kursi sekolah dan berkumpul bersama dengan teman-teman, meski mereka tetap mendapatkan ilmu dengan belajar daring.

Saat ditemui Suaragayo.com 21 Oktober lalu, dua siswa sedang melaksanakan tugas daring dari gurunya, tampak jelas keseriusan mereka menatap layar gawai untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.

Belajar dengan menggunakan sistem daring membuat mereka harus siap dengan beberapa tugas yang akan di berikan oleh para gurunya.

“Kami baru selesai mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru, kami pun harus meminta tolong ke orang tua jika ada beberapa soal yang sulit kami jawab,” jelas Zahra (8), salah seorang siswi MIN 16 Aceh Tengah.

Sebenarnya kata Zahra, dirinya merindukan jajanan sekolah dan bermain dengan teman-teman.

“Banyak yang kami rindukan dengan sekolah, lari-lari dan bermain dengan teman sekelas saat waktu istirahat tiba,” jelas Zahra.

Disamping itu, seorang siswi sekolah yang sama bernama Marwa mengaku menggunakan gawai untuk media belajar juga atas izin orangtua.

“Saya ada batas menggunakan gawai, jika ada tugas baru saya di kasih izin menggunakannya. Ibu saya selalu memantau saat mengerjakan tugas dari sekolah, kami lebih enak belajar tatap muka dengan guru,” kata Marwa.

Marwa kala itu sering menatap baju yang tersusun rapi di dalam lemari, kerinduan akan sekolah semakin dirasakan.

“Kalau lihat baju sekolah di dalam lemari maunya berangkat sekolah, biasanya jika pagi hari ibu saya selalu menyuruh saya untuk sarapan dan orang tua saya juga mengantar menuju sekolah,” ucap Marwa.

“Kami rindu sekolah, yang kami inginkan sekolah seperti dulu dan semoga masa pandemik ini berakhir agar kami bisa sekolah.
Serpihan rindu dari mereka untuk sekolah,” ungkap Marwa yang turut diiyakan Zahra.

Rindu Sekolah yang Terobati

Seluruh sekolah di Kabupaten Aceh Tengah akhirnya kembali dibuka tanggal 9 November 2020 lalu oleh Pemerintah Aceh Tengah.

Aturan itu merupakan kabar gembira bagi Marwa dan Zahra, bisa jadi hal yang sama terpikirkan oleh teman-temannya.

Saat pertama masuk sekolah, pagi hari mereka kembali menggunakan seragam putih merah yang sempat tersusun rapi dilemari selama beberapa bulan, dan bergegas menuju sekolah yang diantar oleh orangtuanya.

Ditemui Suaragayo.com, Selasa (17/11/2020) lalu, Zahra menjelaskan diberlakukannya kembali sekolah, merupakan sesuatu yang ditunggu oleh dirinya.

“Kembali bersekolah adalah harapan kami, akhirnya rindu akan sekolah telah terobati dengan tatap muka,” ungkap Zahra.

Sementara Marwa juga menyebutkan, walau diperkirakan tatap muka tidak berlangsung lama saat pandemik, namun ia tetap merasa gembira.

“Awal tahu berita sekolah akan dibuka, kami senang karena kami bisa bertemu dengan guru dan teman-teman untuk belajar bersama dan kami pun lebih mudah memahami pelajaran yang di berikan oleh guru,” pungkas Marwa.

Bagi mereka cukup, rindu akan sekolah sudah terobati, dan mereka berdua senang, disamping pihak sekolah tetap mengikuti protokol kesehatan selama proses belajar mengajar berlangsung.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button