AcehHukum

Bertemu FJL, Diskrimsus Polda Aceh Ungkap Sejumlah Kasus Pembunuhan Satwa dan Kejahatan Lingkungan

FJL Aceh dan Dirkrimsus Polda Aceh Bahas Kolaborasi Kampanye Konservasi di Aceh

BANDA ACEH, SUARAGAYO.Com – Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh bersama Direktorat Reserese Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh, membahas kolaborasi kampanye konservasi di Aceh, Selasa (10/8/2021).

Kasubdit IV/ Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh, Kompol Indra Novianto S IK mengatakan, pada tahun 2019 pihaknya menangani sembilan kasus kejahatan lingkungan yang melibatkan 17 tersangka.

“Namun ada satu tersangka masih di bawah umur,” kata Indra, seperti keterangan tertulis yang diterima Suaragayo.com, Selasa (10/8/2021).

Setahun sebelumnya, pihaknya menangani tujuh kasus, sementara tahun 2021 sebanyak dua kasus dengan dua orang tersangka.

Ia mengungkap kasus terbaru, tepatnya 11 Juli 2021, dengan ditemukan bangkai gajah tanpa Kepala di dalam HGU perusahaan sawit di Aceh Timur.

“Kasus ini dalam penyelidikan. Kami sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” jelas Indra.

Sedangkan proses hukum kasus kematian lima ekor gajah di Aceh Jaya, Ia mengebut saat ini sedang tahap penyidikan, sehingga belum ada penetapan tersangka, namun dua orang ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Begitu juga kasus kematian harimau di Aceh Selatan beberapa waktu lalu, hingga saat ini dalam proses penyelidikan Polda Aceh.

Sementara itu Ketua FJL Aceh, Zulkarnaini Masry mengatakan, untuk saat ini pihaknya juga berharap Polda Aceh dan FJL Aceh dapat berkolaborasi kampanye konservasi di Aceh.

Misalnya, kampanye perlindungan empat satwa kunci, gajah, harimau, badak, dan orangutan. Empat satwa kunci itu terancam punah karena perburuan dan pengrusakan habitat.”Kerja kerja konservasi harus dilakukan bersama. Selain kepolisian kami juga berkolaborasi dengan LSM Lingkungan Dan warga sipil,” papar Zoelmasry.

Menurutnya, kampanye perlindungan konservasi itu penting dilakukan. Selain itu, penegakan hukum, kasus kematian satwa dan pembalakan liar juga harus tuntas.

Pada pertemuan tersebut, Perwakilan FJL Aceh diwakili oleh Ketua FJL Aceh), Zulkarnaini Masry bersama Sekretarisnya, Indra Wijaya. Hadir pyula Koordinator FJL dari Pantai Barat), Syifa Yulinnas dan Kepala Departemen Advokasi dan Monitoring, Munandar.

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button