Takengon

Bupati Terima Sertifikat Dan Izin Penyelenggara Gudang Sistem Resi Gudang Bagi Tiga Pengelola Baru

TAKENGON, Suaragayo – Sistem Resi Gudang atau SRG merupakan salah satu instrumen penting dan efektif dalam sistem pembiayaan perdagangan.

Sebab keberadaan SRG dapat menyediakan akses kredit bagi dunia usaha dengan jaminan barang (komoditi) yang disimpan di gudang.

Oleh karena itu, SRG sangat bermanfaat bagi petani perorangan, kelompok tani, koperasi tani maupun pelaku usaha seperti pedagang atau eksportir.

Di Kabupaten Aceh Tengah, Sistem Resi Gudang telah diperkenalkan sejak tahun 2009 melalui proyek International Organization for Migration (IOM).

Namun RSG baru terselenggara secara baik dalam satu sistem Is-ware mulai tahun 2013, dengan komoditi kopi sebagai barang inventorinya.

Dalam perkembangannya, Gudang SRG di Kabupaten Aceh Tengah secara tidak langsung telah mampu menjaga stabilitas produksi dan harga juga kontinuitas jual beli kopi di kabupaten Aceh Tengah.

Setidaknya telah ada 2 (dua) unit gudang SRG yang beroperasi dengan baik di Kabupaten Aceh Tengah.

Satu unit gudang milik pemerintah dan satu lagi milik swasta, yang dikelola oleh perusahaan yang sama.

Melihat prestasi dan pentingnya keberadaan gudang dengan Sistem Resi Gudang di kabupaten penghasil kopi arabika terbesar di Indonesia ini, Pemerintah Pusat melalui
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memperluas peluang pengelolaan gudang SRG bagi pihak swasta yang ingin menjadi pengelola atau penyelenggara gudang SRG.

Salah satu perluasan itu dibuktikan dengan menerbitkan kembali sertifikat izin penyelenggaraan gudang dengan Sistem Resi Gudang bagi tiga badan usaha atau koperasi yang bergerak  di sektor perdagangan kopi di Kabupaten Aceh Tengah oleh Bappebti, Kamis (16/7/2020).

Penyerahan sertifikat pengelola gudang SRG yang baru ini diserahkan oleh Kepala Bagian Penguatan dan Pemberdayaan SRG Bappebti, Yuli Edi Subagio, dan diterima langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar di kantor bupati setempat, sehari sebelumnya.

Yuli Edi Subagio menyampaikan, penerbitan sertifikat dan izin bagi tiga badan usaha atau koperasi itu dilakukan setelah melalui proses penilaian uji kelayakan dan kepatutan.

Dengan tambahan tiga pengelola gudang SRG yang baru ini lanjut Yuli Edi, dapat memperbesar jumlah petani, kelompok tani atau gabungan kelompok tani untuk memanfaatkan fasilitas SRG di daerah yang diakui menghasilkan kopi dengan kualitas ternama didunia itu.

Dia juga berharap, ketiga pengelola SRG yang baru ditetapkan ini, dapat menjaga marwah dan kepercayaan dalam mengelola gudang SRG sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

“Setelah mendapat izin, Bappebti memberi kepercayaan kepada Saudara, dan tolong jaga marwah itu dengan menghindari kesalahan apalagi disengaja yang dapat mengakibatkan kecacatan dalam pengelolaan gudang”, kata Yuli Edi.

Sementara itu Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan Bappebti yang terus memberikan dukungan bagi Kabupaten Aceh Tengah untuk mengelola Sistem Resi Gudang secara optimal.

Shabela berpendapat, dengan penambahan gudang dengan Sistem Resi Gudang di daerah akan memberikan solusi dalam mempertahankan posisi tawar dan harga jual kopi, khususnya di masa kelesuan ekonomi seperti pandemi covid-19 yang melanda dunia saat ini.

“Ditengah kondisi kelesuan ekonomi seperti saat ini, saya yakin keberadaan gudang dengan Sistem Resi Gudang dapat menjadi solusi bagi kita dalam menghadapi masa sulit akibat harga jual kopi anjlok,” ungkap Shabela.

Shabela melanjutkan, untuk badan usaha atau koperasi yang mendapatkan amanah ini benar-benar dapat menjalankan fungsi SRG dengan baik dan profesional, serta keberadaannya  dapat membantu persoalan instabilitas harga dan persediaan yang kerap terjadi di daerah ini.

“Kepada saudara-saudara yang mendapatkan amanah ini, jangan menjadikan ini sebagai beban. Tapi jalankan dengan penuh sukacita, agar bermanfaat bagi masyarakat kita,” lanjut Shabela.

Adapun badan usaha atau koperasi yang baru ditunjuk oleh Bappebti sebagai pengelola gudang (swasta) dengan Sistem Resi Gudang di Kabupaten Aceh Tengah masing-masing PT. Meukat Komoditi Gayo.

Kampung Mesir, Koperasi Gayo Megah Berseri. Kampung Empus Talu dan Koperasi Arinagata di Kampung Paya Tumpi.

Dengan kehadiran tiga pengelola gudang SRG yang baru itu, artinya telah terdapat lima gudang dengan Sistem Resi Gudang yang beroperasi di Kabupaten Aceh Tengah.

Hal ini juga, sekaligus memantapkan Kabupaten Aceh Tengah sebagai kabupaten dengan kepemilikan gudang SRG terbanyak di Indonesia.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button