Bener MeriahGAYO

Covid-19 Mulai Terkendali, Bener Meriah Siapkan Draf Perbup Berisi Sanksi

Penulis: Iwan Bahagia

BENER MERIAH, SUARAGAYO.com – Meski sempat alami peningkatan cukup signifikan (outbreak) kasus pada akhir Juli hingga Agustus 2020 lalu, perkembangan Covid-19 di Bener Meriah mulai terkendali.

Sejauh ini, belum lagi ada angka penambahan pasien positif Covid-19. Demikian dengan kasus konfirmasi positif Covid-19, suspek atau probable di Kabupaten Bener Meriah.

Hingga saat ini, jumlah total warga Bener Meriah yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 44 kasus. Namun seluruhnya sudah dinyatakan sembuh.

Meskipun demikian, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah masih terus bekerja maksimal untuk melakukan upaya deteksi dini, pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Dalam kondisi seperti ini, sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 seperti kewajiban menggunakan masker terus kita galakkan, selain itu Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga memperkuat pelaksaan protokol kesehatan di fasilitas publik,” kata Khalisuddin, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah, melalui siaran pers yang diterima Suaragayo.com, Rabu (9/9/2020).

Terkait dengan Rancangan Peraturan Bupati Bener Meriah tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 sebagai turunan dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020, yang juga mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, Khalisudin menyampaikan bahwa draf Perbup tersebut sedang dalam tahap konsultasi dan supervisi dari Biro Hukum Sekretariat Daerah Aceh.

“Kita berharap Perbup ini bisa segera ditetapkan sehingga penerapan disiplin pencegahan Covid-19 di Kabupaten Bener Meriah memiliki dasar hukum dan ini semua kita lakukan dengan tujuan agar Bener Meriah bisa aman dari Covid-19,” kelas Khalisuddin.

Salah satu pekerjaan rumah terbesar dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah lanjut Khalis, adalah memperkuat komunikasi risiko terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 kepada masyarakat.

Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kejadian miskomunikasi antara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan masyarakat seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu di RSU Muyang Kute tidak terulang lagi.

“Kami akan coba melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, influencer dari kalangan muda untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan dan kewaspadaan Covid-19 kepada masyarakat,” tutup Khalisudin.

Selain itu, tim gugus tugas daerah itu juga sedang mengembangkan inovasi sistem informasi terpadu penangananan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah yang bertujuan untuk membangun database terpadu dan mempermudah administrasi pelaporan Covid-19.

“Terhitung masa karantina 14 hari setelah 7 Agustus, maka sejak 28 Agustus sudah tidak ada kasus konfirmasi positif Covid 19 aktif di Kabupaten Bener Meriah. Hasil Swab konfirmasi positif terakhir tanggal 7 Agustus. Sampai rilis ini dikirimkan sudah, mudah-mudahan seterusnya tidak muncul kasus baru. Tentunya tergantung kita semua, siapapun harus patuhi protokol kesehatan,” pungkas Khalis.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button