AcehEkonomi

Darah Juang Mahasiswa Pemilik Warkop Esnobar Banda Aceh: Dihina Tak Tumbang, Dipuji Tak Melayang

Penulis: Nihayatun Afifah Husna

BANDA ACEH, SUARAGAYO.Com – Menjalani perkuliahan sambil usaha bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan pada saat ini, apalagi ditengah pandemi Covid-19, selain meringankan beban orangtua, merintis usaha juga dapat menambah pemasukan bagi seorang mahasiswa.

 

Seperti yang telah dijalankan salah seorang mahasiswa Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian (FP), Universitas Syiah Kuala (USK), Nabil Huzaifi (21). Ia merupakan mahasiswa USK asal Medan, Sumatera Utara, yang memulai usahanya pada pertengahan tahun 2019.

 

Bermodalkan nekat dan tekad yang kuat, ia meyakinkan orang tuanya untuk memperbolehkannya berwirausaha.

 

“Pertama orangtua saya tidak setuju dikarenakan saya sedang masa studi. Mereka khawatir usaha yang akan saya jalankan akan menggangu perkuliahan saya,” kata Nabil, ditemui Suaragayo.com, di warkop miliknya, Sabtu, (3/04/2021).

 

Suasana Warkop Esnobar. (Foto: Nihayatun Afifah Husna)

 

Ia memberi nama Warkop Esnobar, singkatan dari Esensi Nongkrong Bareng, yang memiliki makna agar mahasiswa yang nongkrong di warkop ini tidak hanya nongkrong saja namun bisa berdiskusi dan bertukar pikiran.

 

“Saya memberikan nama Esnobar bertujuan agar tiap mahasiswa yang datang kemari dan nongkrong bisa berdiskusi bersama seperti berdiskusi tentang usaha, pelajaran, politik dan juga tugas-tugas kuliah lainnya,” ucapnya.

 

Warkop ini mengusung tema ‘fintage’, perpaduan antara klasik dan semi modern yang menjadi incaran para mahasiswa untuk bersantai dan mengerjakan tugas. Warkop ini memiliki dua lantai. Pada lantai pertama digunakan untuk umum, dan lantai kedua dipersiapkan untuk ruangan meeting.

 

Menu yang disediakan berupa minuman ringan dan juga makanan dengan harga terjangkau bagi para mahasiswa.

 

Harus diakui, tidak mudah mengelola usaha sambil kuliah, tak jarang Nabil merasa pusing dalam menghadapi masalah yang menimpanya.

 

“Terkadang saya kesulitan dalam mengontrol kinerja para karyawan di saat saya sedang berkuliah. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini semua masih bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Nabil berharap agar tiap mahasiswa yang ingin membuka usaha sambil berkuliah jangan pernah takut untuk memulai.

 

“Saya berharap bagi tiap mahasiswa yang ingin membuka usaha jangan pernah takut karena ketika anda gagal maka kesuksesan tengah menanti anda, dan satu lagi dihina tak tumbang dan dipuji tak melayang,” ungkapnya.

 

Lokasi warkop milik Nadil terletak di Jalan Lingka Kampus, Gampong Barabung tepatnya di depan halte bus,Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Editor: Iwan Bahagia 

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button