Bener MeriahGAYOHukum

Di Bener Meriah, Abang Bertikai dengan Pedagang Daging Rusa, Adik Dibogem Saat Mediasi

Penulis: Iwan Bahagia

BENER MERIAH, SUARAGAYO.Com – Bukannya menjadi tempat penyelesaian masalah, seorang warga Kampung Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah berinisial SH (25), yang sempat dijemput untuk proses mediasi dalam sebuah perkara, malah dibogem dalam proses mediasi oleh sejumlah orang di kantor reje setempat, Sabtu (17/4/2021)

Cerita ini berawal dari ibu korban yang telah menyewa lapak milik kampung untuk berjualan ikan. Si ibu kemudian memindahkan lapaknya ke lapak deretan pertama, karena merasa lebih nyaman. Ia sendiri sebelumnya berjualan di lapak kedua.

Lapak yang baru ditempati ibu itu sudah kosong ditinggal penyewanya yang pulang kampung ke daerah pesisir Aceh. Si ibu sudah berkoordinasi dengan orang tersebut sebelum menempati. Si ibu sudah kurang lebih tiga bulan sudah berjualan di lapak nomor dua, kini membuka lapak ikan di lokasi pertama.

Beberapa waktu kemudian, tiba-tiba si ibu dikejutkan dengan kehadiran seorang warga setempat yang ingin berjualan ikan, persis di lokasi yang baru ditempati si ibu. Padahal warga itu diketahui punya lapak sendiri untuk menjual daging rusa. Lapak pria itu berada tidak jauh dari lapak ikan tersebut.

Pedagang daging rusa tersebut bahkan sempat mengaku kepada si ibu, bahwa ia sudah membayar alih sewa kepada pedagang yang sudah pulang kampung tadi.

Namun setelah si ibu konfirmasi, ternyata penyewa pertama mengaku tidak pernah mengalihkan lapak itu kepada pedagang rusa tersebut.

Entah apa alasannya, sudah punya lapak berjualan daging rusa, orang tersebut tiba-tiba ingin berdagang ikan di lapak yang baru ditempati si ibu.

Akhirnya si ibu dan keluarga menolak untuk dipindahkan ke lapak semula, karena menganggap pihaknya sudah lama berjualan ikan dibandingkan penjual daging rusa tadi.

Merasa mendapat penolakan, ikan yang sedang dijual si ibu mendadak dipindahkan langsung oleh Reje Kampung Tingkem Bersatu, Idham, tanpa bicara sepatah kata pun. Sementara si ibu bersama sejumlah anggota keluarganya hanya bisa pasrah melihat hal tersebut.

Facebook Comments Box
1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button