Bener MeriahGAYOKopiNasional

Dihadapan Menteri, Ketua Kokowa Gayo Ungkap Anak Petani Diberi Pelatihan Barista, Cupper Hingga Roaster

Penulis: Raja Said M

 

UJUNG GELE, SUARAGAYO.Com – Ketua Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowa Gayo) sempat berbincang dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, mengenai kondisi koperasi tersebut, Jumat (19/7/2021).

 

Perbincangan tersebut berlangsung di gudang kopi Koperasi Kokowa Gayo, di Jalan Syiah Utama, Kampung Ujung Gele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Mener Meriah, Aceh.

 

“Kokowa Gayo kini mempunyai petani 409 orang yang berada di Kabupaten Bener meriah, dan semua anggotanya adalah wanita,” sebut rizkani dihadapan menteri bersama rombongan, yang turut disaksikan awak media.

Sementara lahan yang dimiliki oleh petani wanita Gayo, telah mencapai 342 hektare yang tersebut di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Rizkani mengungkapkan, koperasi ini bukan hanya sebagai wadah bisnis, melainkan sebagai sarana untuk mendengar cerita dari sesama petani yang tergabung di Kokowa Gayo yang saya anggap sebagai keluarga sendiri.

“Selain punya wadah, mereka yang bergabung sebagai anggota koperasi juga mendapatkan nilai jual yang lebih dan dari premium mereka juga mendapatkan pendidikan dan jaminan kesehatan,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan untuk generasi penerus, sperti anak-anak petani, mereka juga dilatih sebagai barista, cupper dan roaster secara gratis.

Ia mengaku senang dengan kehadiran Menkop UKM, sehingga pihaknya berharap agar mendapat dukungan dan pembinaan yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Menkop UKM, Teten Masduki memberikan apresiasi terhadap keberadaan Kokowa Gayo dengan konsep melibatkan perempuan dalam bisnisnya.

“Koperasi itu bukan sekedar kegiatan usaha, tapi memang ini juga menjadi kegiatan sosial. Intinya bagaimana koperasi bisa merangkul masyarakat supaya bisa Sejahtera,” sebut Teten Masduki, dihadapan rombongan menteri Plt Bupati Bener Meruah dan unsur Forkopimda setempat, termasuk sejumlah pejabat ODP serta anggota Kokowa Gayo.

Pada perbincangan teraebut, Teten menyinggung keberadaan koperasi sebagai wadah setiap petani, agar buyer tidak lagi berurusan dengan perorangan, hal itu agar tidak terjadi monopoli oleh buyer tersebut.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button