GAYOLiputan KhususTakengon

Fakta Menarik Upacara 17 Agustus di Aceh Tengah, Mulai dari Tiga Pengibar Bendera dan 20 Pasukan Upacara hingga Upacara virtual

Upacara Digelar di Halaman Setdakab Aceh Tengah

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Penyelenggaraan Upacara HUT ke-75 Republik Indonesia di Lapangan Setdakab Aceh Tengah terbilang sederhana, karena berbagai batasan akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

Berdasarkan pantauan Suaragayo.com, pada pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada perayaan HUT ke-75 RI di Lapangan Setdakab Aceh Tengah, terdapat hal-hal yang tak biasa terjadi dalam pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan bendera.

Seluruh rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ke-75 RI di Kabupaten Aceh Tengah mengikuti protokol kesehatan, dengan mengedepankan pencegahan penyebaran Virus Covid-19 dan berdasarkan Surat Edaran Mensesneg Nomor : B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020 perihal pedoman peringatan HUT ke 75 Kemerdekaan RI tahun 2020.

Berikut poin-poin realisasi pelaksanaan berdasarkan ketentuan tersebut.

1. Komandan Upacara berjumlah 1 orang

Berdasarkan fakta penyelenggaan Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera HUT ke-75 RI di Lapangan Setdakab Aceh Tengah berjumlah 1 orang, yakni Danramil Besen, Mayor Infantri Subekti KCPPM, lahir di Jakarta, 6 Juni 1975.

Subekti adalah alumni Secapa TNI Tahun 2009.

Danramil Besen, Mayor Infantri Subekti KCPPM, tambak berada ditengah Lapangan memimpin upacara penurunan bendera, Senin 17 Agustus 2020.

2. Pengibar bendera hanya 3 orang

Pada perayaan HUT ke-75 RI Tahun 2020, pengibar bendera sesuai Surat Edaran Mensegneg hanya diperbolehkan 3 orang pasukan pengibar bendera.

Ketiga orang tersebut adalah Alfin Syahri Ramadhan, lahir di Takengon pada 27 Oktober 2003.

Alfin merupakan siswa SMKN 3 Takengon, anak dari pasangan Ihsan dan Irni Kasum.

Orang kedua adalah penggerek bendera yang bernama Aldi Kumara. Siswa SMAN 3 Takengon ini merupakan pasangan dari M Nasir dan Zubaidah. Lahir pada 28 Agustus 2003.

Pengibar bendera dipercayakan kepada Cahyani Wulan Azhima, yang merupakan anak dari pasangan Aiptu Suwandi dan Mardiana. Wulan lahir pada 25 Januari 2004 dan sedang belajar di SMN 8 Takengon.

Bendera merah putih ketika sedang dikibarkan pasukan pengibar bendera.

Mereka dibawah Binaan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Aceh Tengah, serta digembleng oleh Purna Pakibraka Indonesia (PPI) Aceh Tengah.

3. Pasukan upacara berjumlah 20 orang

Biasanya, Upacara Pengibaran maupun Penurunan Bendera melibatkan sejumlah sekolah yang berada disekitar Kota Takengon.

Kali ini peserta upacara hanya berjumlah 20 orang sesuai ketentuan Mensesneg RI, karena dikhawatirkan menghindari penyebaran wabah Covid-19 di daerah itu. Masing-masing adalah 6 anggota TNI dan 6 anggota Polri.

Suasana foto bersama dengan peserta upacara 17 Agustus 2020.

“Bagi Pegawai yang mengikuti upacara pengibaran dan penurunan bendera hanya 4 orang dari Satpol PP, 2 orang dari Damkar atau Tim Reaksi Cepat (TRC), 2 orang dari Dinas Perhubungan,

“Sedangkan para ASN di instansi masing-masing diimbau untuk mengikuti upacara peringatan ke-75 RI detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI di Pusat dan upacara penurunan yang ditayangkan dari stasiun televisi dari tempat tinggal masing-masing,” kata Kabag Humas Setdakan Aceh Tengah, Salman Nuri.

5. Upacara Bendera Dilakukan lebih awal

Berdasarkan pantauan Suaragayo.com penurunan bendera dilakukan lebih awal. Biasanya penurunan terjadi sekitar Pukul 18.00 WIB, kali ini Pukul 15.30 WIB, atau sebelum menjelang waktu ashar untuk Takengon dan sekitarnya.

Pasukan pengibar bendera saat penurunan juga berjumlah tiga orang.

Mereka adalah Gustian Pratama sebagai penggerek bendera. Lahir di Paya Tumpi pada 8 Agustus 2003, merupakan anak dari pasangan Supriyono dan Evi Suarni asal SMKN 1 Takengon.

Berikutnya Siswa SMAN 1 Takengon, Qadra Pratama sebagai pembentang bendera. Lahir di Aceh Tengah pada 1 Desember 2002. Qadra merupakan anak dari pasangan Erwin Syahadat dan Sumirah.

Tiara Razaqa Sakinah sebagai penggerek Bendera. Sedang mengecap pendidikan di SMAN 1 Takengon, dan merupakan anak dari pasangan Armansyah dan Yurnah. Tiara lahir pada 26 Juni 2003.

6. Upacara virtual saat pengibaran bendera

Pada saat pengibaran bendera, upacara virtual dilakukan pada Pukul 09.00 WIB.

Detik-detik proklamasi berlangsung secara nasional di Istana Negara, diikuti seluruh kepala daerah diseluruh Indonesia, termasuk Aceh Tengah.

Bupati/ Wakil Bupari Aceh Tengah Shabela-Firdaus mengikuti upacara virtual itu setelah upacara yang berlangsung sekitar 07.30 WIB di lapangan setdakab Aceh Tengah.

Bupati Aceh Tengah/ Wakil Bupati Aceh Tengah, Shabela-Firdaus saat mengikuti upacara virtual.

Sementara sore hari, upacara penurunan bendera secara virtual dilakukan sekitar Pukul 17.00 WIB. Bertempat di Op Room setempat, upacara itu diikuti oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button