AcehBener MeriahGAYOHukum

Fakta Pembunuhan Warga Aceh Utara di Tembolon: JM pegang Besi, AB Pegang Kayu

Penulis: Iwan Bahagia

REDELONG, SUARAGAYO.Com – Polres Bener Meriah menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Hanafiah (47), pedagang asal Aceh Utara yang tewas dibunuh beberapa waktu lalu di Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah.

Rekontruksi dilakukan di Mapolres Bener Meriah, Selasa (8/6/2021). Salah seorang anggota polisi memperagakan korban pada saat itu.

Jenazah Hanafiah (47) ditemukan dalam kebun di Dusun Belang Terujak, Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah pada 27 Februari 2021 lalu.

Dalam kasus itu, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bener Meriah menetapkan empat orang tersangka, masing-masing JM (49) warga Bener Meriah, AB (40) warga Langsa, dan NS (40) serta FT (28) keduanya warga Aceh Timur.

Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Bustani SH MH mengatakan, dalam rekonstruksi tersebut tersangka memperagakan 51 adegan pembunuhan yang menghabisi nyawa korban.

Para pelaku nekat menghabisi nyawa Hamafiah demi menguasai harta milik korban. Dalam rekontruksi itu juga terlihat keahlian dan perencanaan yang matang para tersangka JM Cs.

Pada rekontruksi itu, JM tampak sudah merencanakan untuk menghabisi korban dengan menggunakan potongan besi dan kayu.

Saat korban tiba di lokasi, JM dalam posisi bersembunyi, sedangkan AB bertemu langsung dengan korban.

AB sedang menunggu sambil memegang sebatang besi yang disembunyikan dibalik lengan sebelah kanan.

Kemudian JM dan AB mendekati Hanafi dari arah belakang. Selanjutnya, AB langsung mengayunkan besi kearah kepala belakang korban, namun korban mengelak dan besi itu tidak mengenainya.

Melihat hal itu, lalu JM mengambil sebilah kayu yang sudah dipersiapkan untuk menjalankan aksinya. Kayu itu berada di lokasi tempat korban berdiri.

Tanpa menunggu lama, JM langsung memukul kayu tersebut kearah kepala sebelah kiri korban, sehingga korban tersungkur ke tanah dengan posisi telungkup dan tak sadarkan diri.

Setelah korban dipukuli kayu dan besi serta dipastikan tak bernyawa lagi oleh AB, korban selanjutnya dibuang menggunakan kereta dorong oleh kedua pelaku kearah jurang.

Akibat perbuatannya, JM dijerat pasal berlapis dengan ancaman penjara seumur hidup.

“Pasal yang kita sangkakan untuk JM kita terapkan pasal 338, 340, dan 365. Untuk yang membantu tindak pidana ini kita sangkakan dengan pasal 338, 340, 365, Junto 55 KHUP pidana, dengan tuntuntan hukuman seumur hidup,” pungkas Iptu Bustani.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button