Bener MeriahBudayaEkonomiGAYO

Gegap Gempita Festival Mancing Ikan Tradisional di Hakim Wih Ilang Bener Meriah

Penulis: Desi Mentari/ Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Tampak jelas Kemeriahan disekitar kolam yang berada di samping masjid kampung Hakim Wih Ilang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (16/9/2020).

Ratusan warga mulai berbondong-bondong datang ke kolam itu dengan membawa beberapa peralatan.

Keramaian terjadi karena adanya Panen Raya Kolam Ikan yang dirangkai dengan Festival Mancing Ikan Tradisional dan Lelang ikan oleh BUMK Tertona Kampung Hakim Wih Ilang.

Festival ini merupakan festival yang ditunggu oleh mereka yang hobi memancing ikan.

Masyarakat sangat juga tampak antusias dalam kegiatan ini, sebab bukan hanya dari kalangan orang dewasa akan tetapi anak-anak juga ikut serta dalam.

Saat lomba memancing dimulai, suara teriakan terdengar disekitar kolam pancing, apalagi jika salah satu umpan peserta disambar ikan yang ada dikolam itu.

Bahkan pancing bisa jadi patah dikarenakan gagang pancing merupakan batang bambu. Penggunaan batang bambu sebagai alat pancing merupakan syarat dari panitia.

Acara tersebut dilaksanakan selama dua hari yakni Tanggal 15 hingga16 September 2020.

Tujuan dari dari kegiatan ini untuk melakukan pemanenan ikan mujahir yang merupakan program BUMK Tertona. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk wisata untuk mempromosikan BUMK serta kampung Hakim Wih Ilang.

Penyelenggara menyuapkan total hadiah sebesar Rp2.000.000 serta peserta yang ikut lomba tidak dipungut biaya pendaftaran.

Pada kolam pancing ini terdapat 88.000 benih ikan yang dilepaskan pada bulan Maret lalu, dan telah siap untuk dipanen. Ribuan ikan itulah yang akan diperebutkan para pemancing.

Jenis ikan yang ada di kolam antara lain, ikan mujahir, ikan bawal dan ikan gegaring.

Festival Ikan Tradisional salah satu rangkaian acaranya.

Festival kali ini terbilang unik, sebab biasanya memancing dengan membawa peralatan pancing sendiri. Namun kali ini akan tetapi kali ini berbeda, adapun syaratnya adalah setiap peserta wajib menggunakan pancing bambu, gagang bambu di siapkan oleh para panitia akan tetapi peserta membawa peralatan lain seperti benang pancing, mata pancing, pelampung dan lain-lain.

Bagi yang berhasil mendapatkan ikan yang terberat dari peserta yang lain maka akan mendapatkan hadiah. Apabila ingin membawa ikan hasil pancingan, maka peserta harus membayar Rp30.000 per kilogram.

Durasi yang di berikan oleh panitia Pukul 14.30 hingga17:00 WIB.

Bagaimana dengan persyaratannya? namanya juga Festival Ikan Tradisional maka alat yang digunakan juga harus “Tradisional” dengan menggunakan gagang pancing yang terbuat dari bambu.

Peserta sudah harus menyiapkan nyali untuk bersaing dengan para pemancing dari pelbagai daerah.

Ada pula Panen Raya Kolam ikan. Panitia membuka persyaratan berupa mendaftarkan diri secara gratis, boleh menggunakan Pancing tradisional atau katrol.

Namun lagi-lagi, apabila ingin membawa ikan mujahir maka harus membayar Rp30.000 per kilogram, dengan durasi waktu mulai pukul 09.00-17.00 WIB.

Muara kegiatan ini adalah pasar lelang ikan, yang dibuka mulai Pukul 11.00 hingga 18:00 WIB, dengan harga ikan Rp30.000 per kilogram untuk ikan mujahir.

Panitia di Kampung Hakim Wih Ilang ini melaksanakan kegiatan dengan tetap memberikan syarat sesuai protokol kesehatan kepada peserta.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button