GAYOKopiTakengon

Inarso, Si Pria Kopi Organik Gayo, yang Kerap Berbicara dengan Pohon…

Penulis : Nihayatul Afifah Husna

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Era modern, petani kopi gayo pun ikutan modern. Meninggalkan cara organik, beralih ke modern. Hasil instan. Namun menyimpan masalah yang membahayakan.

Tidak halnya dengan Inarso (59) petani kopi Desa Merah Mege, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah.

“Merawat kopi itu harus seperti anak sendiri,” kata Inarso, kepada Suaragayo.com, Kamis (26/11/2020).

Dia memiliki lahan seluas 2500 meter. Ditanam 280 kopi di sana.

“Merawat kopi organik ini menjamin kadar air. Jika kemarau, kita tak kendala dengan air. Dia menyimpan airnya sendiri,” katanya.

Sebaliknya, jika merawat tidak organik, kemarau menjadi ancaman. Daun rontok dan pohon kering. Akhirnya, panen tak maksimal.

“Saya yakin anorganik dengan bahan kimia itu merusak lingkungan dan tanaman,” tegasnya.

Pria ini transmigran dari Pulau Jawa dua puluh tahun lalu. Sejak itu pula dia bersentuhan dengan kopi.

Merawat kopi harus paham cara memangkas ranting. Agar tidak merusak.

“Pembuangan tunas baru itu harus hati-hati. Jangan pakai tangan ditarik begitu saja. Perlu alat gunting dan pelajari cara gunting tunas,” terangnya.

Cara Inarso memangkas tanaman kopi di kebun miliknya. (Foto: Nihayatul Afifah Husna)

Untuk bahan kimia, hanya digunakan empat bulan sekali. Itu pun untuk membunuh hama.

Bahkan, dia menyakini, kopi layaknya manusia.

Maka, berbicara dengan kopi pilihan yang tepat.

“Saya ajak bicara juga pohon kopinya. Logikanya dia bisa mendengarkan. Harapannya bisa tumbuh baik dengan perawatan baik dan bicara baik,” ujarnya.

Untuk pupuk dia menggunakan bauran tumbuhan seperti rumput, kulit kopi, daun lantoro, dan batang pisang. Sangat alami.

Maka, saya yakin, kopi adalah pilihan untuk masa depan. Mari jaga, rawat, lestarikan. Agar kopi gayo terus mendunia,” pungkasnya.

Editor : Aman Dimas

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button