AcehBudayaInternasional

Indonesia Jadi Tuan Rumah Indonesia-Malaysia-Thailand Traingle 2021

Penulis: Nihayatul Afifah Husna

BANDA ACEH, SUARAGAYO.Com – Indonesia menjadi tuan rumah dalam kegiatan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Traingle (IMT-GT) yang diselenggarakan secara virtual di Universitas Syiah Kuala (USK) pada tahun 2021.

Sebelumnya, kegiatan IMT-GT ini direncanakan pada tahun 2020. Namun, karena pandemi COVID-19 merebak, pihak penyelenggara akhirnya menunda kegiatan ini, dan diselenggarakan pada tahun 2021 dengan tema “1st virtual IMT-GT varsity carnival”.

“Seharusnya kegiatan ini diselenggarakan pada tahun lalu secara luring. Tetapi karena adanya pandemi, kegiatan ini ditunda, harapan kami tahun ini dapat dilakukan luring, namun setelah rapat ternyata kegiatannya tetap diadakan secara daring. Kalau pada luring kegiatan ini merupakan kegiatan yang ke-22, maka dalam luring ini menjadi kegiatan yang pertama oleh sebab itu diberi nama 1st virtual IMT-GT varsity carnival,” ujar Penanggung Jawab IMT-GT, saat ditemui Suaragayo di Gedung AAC Dayan Dawood, Senin (27/9/2021).

IMT-GT merupakan kegiatan kerjasama tiga negara yang didalamnya melibatkan empat perguruan tinggi. Setiap negara diikutsertakan 12 Perguruan Tinggi.

Kegiatan yang dilaksanakan antara lain lomba persahabatan, berupa kesenian, olahraga dan seminar.

“Acara ini berupa kegiatan kerjasama tiga Negara, ada Indonesia, Malaysia dan Thailand. Dalam kegiatan ini mengadakan perlombaan persahabatan seperti kesenian, olahraga dan seminar. Kegiatan ini bersifat karnaval, yang lebih menjunjung nilai-nilai persahabatan didalamnya,” ujar Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Syiah Kuala (USK)n Alfiansyah Yulianur.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Rektor USK tersebut diisi oleh penampilan video pesona Aceh dan tarian tradisional oleh mahasiswa USK, binaan langsung Ramdiana, salah satu Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seni Drama  Tari dan Musik (FKIP Sendratasik).

“Para penari melakukan persiapan selama 2 Minggu, termasuk menyiapkan lima karya untuk opening, perlombaan dan closing. Kendala yang dihadapi itu karena kondisi pandemi dan sebagian mahasiswa itu masih di kampung, jadi saya menghubungi satu-persatu dari mereka,” ucap Ramdiana.

Perlombaan dilangsungkan secara virtual dengan cara direkam dan dikirimkan langsung kepada panitia, kemudian panitia akan menghubungi para juri untuk dilakukan penilaian.

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button