Bener MeriahGAYOHukum

Ini Klarifikasi Lengkap Soal Pendampingan Korban Perkosaan dari DP3AKB Bener Meriah

Rilis Dinas DP3AKB Bener Meriah

BENER MERIAH, Suaragayo.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bener Meriah, Aceh, memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan kasus perkosaan anak dibawah umur, 31 Juni lalu.

Setelah pemberitaan sejumlah media, dinas yang menaungi P2TP2A Bener Meriah tersebut memberikan klarifikasi terhadap tudingan dari keluarga korban, bahwa korban perkosaan tidak mendapat dampingan dari petugas dinas tersebut.

Berikut klarifikasi dalam bentuk siaran pers yang dikirimkan oleh Dinas P3KB Bener Meriah.

Sehubungan dengan ramai nya berita kasus di Media Sosial terkait kasus permerkosaan gadis dibawah umur yang terjadi di Bener Meriah dapat kami nyatakan bahwa berita tidak benar.
Dalam hal pendampingan korban yang telah dilakukan oleh P2TP2A Bener Meriah adalah sebagai berikut:

1. Mendampingan korban pada pembuatan laporan pertama ke Polres Bener Meriah pada tanggal 31 mei 2020.

2. Pendampingan BAP awal dan BAP lanjutan di Unit PPA Polres Bener Meriah pada tanggal 1-2 juni 2020 sekaligus penyerahan barang bukti.

3. Mendampingi pemeriksaan kesehatan Reproduksi ke tenaga ahli kesehatan ( dr.Arwin Munawariko.Sp,Og ) pada tanggal 4 juni 2020.
4. Mendampingi pemulihan ekonomi berupa bantuan dana dari Baitul Mal Propinsi Aceh pada tanggal 29 juni 2020.

Konsep pendampingan P2TP2A Bener Meriah adalah konsep pemberdayaan sehingga menurut kami untuk hak dasar korban yang sifatnya emergensi sudah terpenuhi.

Hanya saja P2TP2A tidak punya hak dan kewenangan mendampingi korban apalagi pada saat proses persidangan di Pengadilan, secara hukum kami tidak memiliki wewenang masuk ke wilayah tersebut kecuali diminta oleh pihak keluarga, pengadilan, atau kejaksaan.

Ketika proses persidang pertama dan kedua P2TP2A tidak mendampingi karena tidak mendapatkan konfirmasi baik dari kejaksaan maupun keluarga korban, hal itu kami anggap bahwa korban sudah mandiri dalam proses hukum.

Demikian klarifikasi dari kami, kami ucapkan terima kasih.

REDELONG, 14 september 2020

Mengetahui,

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana

Hj. Susnaini
Pembina Utama Muda (IV/c)

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button