AcehEkonomi

Inilah Penyebab Gangguan Jaringan BSI di Aceh, Hingga Solusi Kirimkan Tim IT dari Jakarta

ACEH, SUARAGAYO.Com – Bank Syariah Indonesia (BSI) secara resmi menyampaikan permintaan maaf atas berbagai kendala nasabah kala melakukan transaksi non tunai lewat ATM, 5 Mei 2021 lalu.

“Sehubungan dengan pemberitaan dan informasi mengenai kesulitan nasabah melakukan transaksi perbankan di Aceh, seperti mesin ATM yang sering kosong dan kasus gagal transfer, maka dalam hal ini BSI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah,” bunyi siaran pers BSI, seperti dikutip dari aceh.Tribunetribunnews.com Rabu (5/5/2021).

Keterangan tertulis tersebut berisi juga berisi keterangan BSI supaya diberi waktu untuk mengintegrasikan semua sistem, apalagi Aceh sudah menerapkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Persoalan ATM, BSI mengaku sedang berusaha keras mengatasi berbagai persoalan yang dikeluhkan nasabah yang melakukan transaksi non tunai.

Sementara itu aceh.tribunnews.com juga memberitakan, pada Sabtu (8/5/2021) malam, Head of Corporate Communication PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Eko Nopiansyah menyampaikan kembali permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

Pihak BSI kata dia, sedang berusaha mengatasi persoalan yang dikeluhkan nasabah, terutama mesin ATM.

“Terkait dengan layanan mesin ATM, BSI sedang berusaha keras untuk mengatasi berbagai persoalan yang dikeluhkan nasabah,” terangnya.

“Saat ini kami sudah menerjunkan 31 tenaga ahli di bidang Teknologi Informasi untuk mempercepat proses migrasi mesin anjungan tunai mandiri (ATM),” tambah Eko, seperti dikutip dari Serambinews.com tersebut.

Ia turut memahami baik kesulitan dan keluhan masyarakat Aceh atas kendala yang dihadapi.

“BSI memahami sepenuhnya kesulitan dan keluhan masyarakat Aceh. Dan untuk itu, bank Syariah yang baru diresmikan pada 1 Februari 2021 lalu berkomitmen untuk mempercepat proses migrasi di Aceh,” jelasnya.

Hampir 900 unit ATM yang dimiliki BSI di Aceh lanjurnya, sekitar 450 unit diantaranya belum berfungsi optimal.

“Untuk itu, kami mengerahkan tenaga-tenaga ahli IT kami untuk membenahi ATM-ATM tersebut. Mudah-mudahan, sebelum lebaran, sebanyak 110 unit ATM dari 450 unit (yang belum optimal) tadi, bisa berjalan dengan baik dan dapat melayani kebutuhan masyarakat,” ujar Eko optimistis.

Eko bahkan mengungkap rencana Tim IT yang sudah didatangkan khusus dari Jakarta itu akan menyebar ke tiga area layanan, yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe dan Meulaboh.

 

Transaksi yang tinggi sebabkan gangguan jaringan

Kembali dikutip dari aceh.tribunnews.com, CEO Regional BSI Aceh, Nana Hendriana, menyampaikan permintaan maaf atas kendala yang dihadapi para warga yang melakukan transaksi di Aceh. Ungkapan itu disampaikan saat pertemuan dengan sejumlah media di Kantor OJK Aceh, Senin (10/5/2021).

“Insya Allah BSI sangat serius dan berkomitmen dalam mengatasi permasalahan tersebut, khususnya terkait dengan transaksi, layanan ATM. Kita juga sudah menerjunkan tim teknologi informasi dari kantor pusat maupun gabungan regional office termasuk area, dan sudah disebar ketiga area di Aceh,” kata Nana Hendriana.

Tim IT yang diturunkan oleh BSI itu ungkapnya, agar mempercepat proses migrasi mesin-masing ATM dari eks BRI Syariah ke BSI.

Berdasarkan sistem data yang dimiliki pada 29 April 2021 sebutnya, sistem terlihat agak berat karena sejumlah penyebab.

“Ini terus kami deteksi penyebabnya apa sementara di tanggal 29 April menjelang akhir bulan volume transaksi lagi tinggi-tingginya.  Yang pertama, pembayaran gaji. Jumlah nasabah dari tiga bank yang digabung itu terbanyak adalah dari BRI yang dipindahkan ke BRI Syariah. Mungkin sekitar 80-90 persen, ini indikasi penyebab utama proses penggajian,” tambah Nana.

Berikutnya, transaksi lain yang berlaku seperti pembayaran iuran. Sehingga sistem BSI di Aceh akhirnya menjadi berat.

Kebutuhan masyarakat memasuki bulan Mei 2021 serta menuju Lebaran Idul Fitri jelas Nana, volume transaksi tampak terjadi begitu tinggi, hal ini terjadi di counter, ATM, transaksi mobile banking, dan transaksi lainnya.

“Itu yang kita temukan. Lainnya bansos PIP Kemenag juga sudah mulai kita salurkan, transaksi THR juga sudah mulai masuk. Ini beberapa catatan kenapa sistemnya seperti itu, sementara yang kami deteksi kira-kira inilah penyebabnya,” kata Nana menjawab terkait jaringan BSI yang bermasalah selama ini.

Nana mengungkapkan bahwa Kantor Pusat BSI memberi dukungan yang luar biasa terhadap permasalahan yang dihadapi. Maka sejak awal Mei 2021, tim IT sudah diturunkan sebanyak 31 orang yang dipimpin oleh setingkat kepala divisi. Tim tersebut juga akan melakukan proses migrasi, kemudian mempercepat proses migrasi mesin-mesin ATM ke sistem BSI.

Sementara dalam siapan Idul Fitri 1442 H, khusus BSI Regional 1 Aceh sudah menyediakan sekitar Rp 670 miliar untuk melayani masyarakat baik di counter maupun seluruh mesin ATM yang dimiliki.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir kita sudah menambah dan menyiapkan sedemikian rupa. Hitungan kami malah melebihi kebutuhan masyarakat Aceh dari menjelang sampai lebaran,” sebut Nana Hendriana, seperti diberitakan serambinews.com.

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button