GAYOHukumTakengon

Kapolres Aceh Tengah: Pelaku Penculikan Rencana Tidak Dijual Secara Fisik, Melainkan Ekspolitasi Seksual

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nurochman Nurhakim SIK, mengungkap motif penculikan ND, seorang pelajar MIN di Aceh Tengah yang terjadi 6 September 2021 oleh tersangka K.

Motif penculikan itu kata Nurochman, untuk mengekpolitasi ND secara seksual melalui media sosial.

“Korban rencananya akan diekploitasi secara seksual melalui video, tetapi pelaku tidak paham caranya, dan perangkat pendukungnya tidak memadai,” kata Nurochman, saat ditemui di Mapolres Aceh Tengah, usai kegiatan pisah sambut dengan Kapolres Lama, AKBP Mahmun Sandy Sinurat SIK.

Ia menjelaskan, K diduga belajar mengekspolitasi ND melalui media sosial atau gawai, namun pelaku tidak sempat melakukan aksinya.

Selain itu, tersangka K tidak menjual secara fisik, melainkan berencana merekam atau mengksploitasi ND secara seksual.

“Pelaku tidak sempat mendapatkan pelanggan, karena diduga baru belajar dipenjara, jadi masih tampak kebingungan,” ungkap Nurochman.

Mengenai hukuman, polisi sedang berkoordinasi dengan sejumlah pihak, kemungkinan besar K akan dikenakan pasal berlapis, yakni maksimal 20 tahun penjara.

“Kemungkinan pasal berlapis, yaitu qanun jinayat dan Undang-Undang Perlindungan Anak,” pungkas Nurochman, yang baru beberapa hari menjabat sebagai Kapolres Aceh Tengah itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, K (24), seorang residivis kasus pencabulan dan pencurian dengan tindak kekerasan, ditangkap polisi atas kasus penculikan terhadap siswi MIN, berinisial ND pada 6 September lalu.

Pelaku sempat babak belur dihajar warga sehari kemudian, dan akhirnya ditangkap bersama istrinya yang terlibat dalam kasus itu.

Korban ND ditemukan selamat dan kini sedang menjalani pemulihan di rumah orangtuanya.***

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button