GAYOHukumTakengon

Kapolsek Bebesen: Selain Catut Nama Dishub Aceh Tengah saat Lakukan Pungli, AS Ternyata Punya 5 Buah KTP

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Kapolsek Bebesen, Ipda Iwan AK, menyebut AS (55) seorang pelaku yang diduga melakukan Pungli dengan mencatut nama Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Tengah memiliki 5 buah Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kepada polisi kata Iwan, AS mengaku sebagai warga Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, demikian pula tertera pada kolom alamat Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimiliki AS.

Namun lanjut Iwan, dua dari lima KTP persis sama, dan berlaku seumur hidup.

“Alasan yang bersangkutan pernah kehilangan KTP, jadi mengurus ulang. Tiga KTP AS sudah habis masa berlakunya,” ujar Ipda Iwan AK.

Ulah AS ucap Iwan, sempat meresahkan sejumlah pedagang yang memiliki toko, karena menyinggung nama Dishub Aceh Tengah. Akibat itu, ada seorang warga yang mengunggah persoalan terkait pungutan yang awalnya diduga dilakukan Dishub ke media sosial.

Polisi kemudian menindaklanjuti hal itu dengan mengintai pelaku sejak beberapa hari yang lalu, setelah berkoordinasi dengan Dishub Aceh Tengah. Sebab Dishub merasa tidak melakukan pungutan seperti yang dituduhkan.

“Kami kemudian menangkap AS ketika sedang beraksi di kawasan Kampung Lemah, tentu tetap berkoordinasi dengan Dishub untuk memastikan informasi tersebut,” ungkap Iwan.

Kepada polisi, AS juga mengaku sebelumnya tinggal di Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Pelaku sempat dibawa ke Dishub untuk memastikan apakah AS berhubungan dengan dinas tersebut, setelah dipastikan tidak ada sama sekali.

“Artinya, pelaku bukan bagian dari Dishub atau pihak pengelola restribusi,” ungkap Iwan.

Dalam aksinya lanjut dia, AS membawa tiket bukti pembayaran restribusi berlangganan dengan pungutan mulai dari 35 ribu hingga 50 ribu rupiah.

“Berdasarkan informasi sementara, SA mendatangi sejumlah toko, lalu memberikan tanda bukti restribusi mengatasnamakan Dinas Perhubungan Aceh Tengah. Jumlah pungutan bervariasi, mulai dari 35 ribu hingga 50 ribu rupiah. Sa kemudian menerima uang kas setelah disediakan kwitansi,” sebut Iwan AK.

Aksi tak terpuji AS diduga sudah berjalan selama kurang lebih dua bulan.

Bukti tanda terima restribusi yang diduga palsu. Bukti ini dibawa AS saat beraksi di sejumlah toko untuk melakukan Pungli di Aceh Tengah. (Foto: Iwan Bahagia)

“Barang bukti lainnya adalah sejumlah bukti tanda terima restribusi berwarna merah jambu dengan logo dan cap stempel Dinas Perhubungan Aceh Tengah,” ungkap Iwan AK.

Pihak Polsek Bebesen kemudian menyerahkan kasus dugaan Pungli oleh AS ini ke Polres Aceh Tengah untuk proses hukum lebih lanjut.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button