3

Kisah Petani Remaja di Atu Lintang, Tak Akan Jera Meski Gagal Panen Cabai Ditengah Pandemi Covid-19

Suasana para petani Remaja Masjid Pantan Damar saat berada dilahan perkebunan. (Foto: Nihayatul Hafifah)

 

Penulis: Nihayatul Afifah

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Kelompok Tani Remaja Masjid Kampung Pantan Damar, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, mengalami gagal panen cabai selama tahun 2020.

Kurangnya modal usaha, menjadi alasan gagalnya anak-anak yang tergolong milenial ini melakukan penanaman cabai disebuah lahan seluas 50 x 50 meter di desa mereka.

Kelompok tani ini telah memulai aktivitas pertanian dengan menanam kurang lebih 2000 bibit cabai TM yang berujung gagal panen.

Bukan hanya itu, Covid-19 juga menjadi alasan gagalnya mereka menikmati pundi-pundi rupiah. Sehingga mereka tidak mampu melakukan perawatan terhadap tanaman mereka secara maksimal.

Hal ini dikemukakan oleh Roji’in selaku ketua kelompok tani pada Sabtu, (25/7/2020).

“Yang pertama faktor modal yang kedua kemarin karena ada virus corona jadi tidak bisa dilakukan perawatan yang baik,” kata Ketua Kelompok Tani Remaja Masjid Kampung Pantan Damar, Roji’in, saat ditemui Suaragayo dilahan yang sempat mereka tanami cabai.

“Dua faktor itulah yang paling besar yang buat gagal panen,” jelas Roji’in.

Selain kurangnya modal kelompok tani, Roji’in juga tidak memiliki lahan tetap sehingga mereka menanam cabai dilahan milik Ahmad Nursalim, salah satu anggota kelompok tani yang dipimpin Roji’in.

Pemilik lahan merasa tidak keberatan apabila lahannya digunakan untuk menanam tanaman cabai oleh kelompok tani yang diprakarsai rekan-rekannya.

“Jadi kami pun sebagai pemilik lahan tidak merasa keberatan bahkan kami merasa senang dengan kegiatan remaja masjid tersebut”, ungkap Nursalim.

Pemerintah Kampung Pantan Damar, sebenarnya sudah memberikan perhatian khusus terhadap kelompok tani tersebut.

Meskipun diakui, perhatian yang diberikan belum sepenuhnya membantu usaha mereka.

“Pemerintah kampung sudah memberikan perhatian khusus. Meskipun tidak sepenuhnya seperti memberikan bantuan bibit cabai kepada kelompok tani ini,” ucap anggota kelompok tani lainnya, Ahmad Husairi.

Meskipun tahun ini tanaman cabai mengalami kegagalan, namun Kelompok Tani Remaja Masjid akan tetap memperbaiki kerusakan yang terjadi, serta akan melakukan penanaman kembali.

“kami terus tetap semangat, kalau gagal sekali itu biasa dalam hidup pasti ada kegagalan kalau menurut kami tapi kami harus tetap mencoba, ini bisa kami perbaiki masih soalnya gak ada jalan untuk menyerah” ungkap Husairi.

Baik Roji’un, Nursalim dan Husairi memiliki tekad yang sama, agar kelompok tani ini suatu saat nanti memiliki lahan sendiri, supaya lebih mundah menjalankan usaha dan bisa memiliki hasil yang maksimal.

Mereka berharap kedepan nanti dapat memiliki lahan kelompok tani sendiri. Sehingga usaha yang dilakukan semakin mudah dan lebih produktif.

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button