OlahragaTakengon

Kerap Raih Prestasi, Para Climber Aceh Tengah Justru Latihan di Tebing yang Berpotensi Mengancam Jiwa

Penulis: Iwan Bahagia 

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Empat orang atlet panjat tebing asal Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, berhasil menjadi juara pada Seleksi Daerah Junior 2020, dalam even yang digelar di Venue Wall Climbing Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh di komplek Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya Banda Aceh.

Kejuaraan yang diikuti atlet dari enam Kabupaten/ Kota se-Aceh itu dilaksanakan pada tanggal 25-26 Desember 2020.

Mereka adalah atlet Junior Aceh Tengah umur 12-14 tahun atas nama Nafis Ken Aulia yang berhasil merebut juara 1 pada kategori Speed Klasik dan Lead nomor perorangan putra.

Berikutnya untuk umur 15-17 Tahun, Juara I, II dan III kategori Boulder dan Lead nomor perorangan putra semua disabet oleh atlet Junior Aceh Tengah, yaitu Juara I atas nama Dani Syafitra, Juara ke-2 diraih Iqbal Hakimi, serta Surya Gusfian merebut juara ke-3.

Capaian itu diperoleh ditengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Berikutnya, para climber yang meraih prestasi tersebut justru didukung dengan sarana panjat tebing seadanya, apalagi kondisi dinding tebing yang berada di komplek Musara Alun kini memprihatinkan.

Seperti dikatakan Ketua Bidang Sarana Prasarana FPTI Aceh Tengah, Edi Gunawan melalui siaran pers yang diterima Suaragayo.com, Minggu (27/12/2020), sebelum kejuaraan dan hingga saat ini, atlet  berlatih di dinding yang sudah tidak layak karena sudah keropos dan berpotensi membahayakan keselamatan atlet.

“Dengan prestasi ini kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kiranya dapat memprioritaskan pembangunan dinding panjat yang terletak dilapangan Musara Alun yang sudah tidak terawat sejak tahun 2018 lalu,”

“Kami sudah tiga kali menyampaikan usulan detail gambar dan anggaran biaya pembangunan sarana panjat tebing ini  kepada Bapak Bupati, semoga tahun ini sarana panjat tebing dapat terwujud yang berstandard Nasional untuk menghadapi event yang akan datang,” tegasnya.

Event yang akan diikuti oleh para atlet panjat tebing yang dimaksud antara lain POPNAS ke-XVI 2020 Bangka Belitung, KEJURNAS ke-XV FPTI 2021 di Provinsi Aceh, PRA PORA 2021, PORA 2022 di Kabupaten Pidie, PORWIL ke-XI 2023 di Provinsi Aceh dan PON XXI 2024 di Provinsi Aceh.

Sementara itu Ketua Umum KONI Aceh Tengah Ir Djumhur, melalui Ketua Harian Iliyandi menyatakan, pihaknya telah menerima usulan dari FPTI Aceh Tengah. KONI daerah itu sudah membuat rekomendasi dukungan pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah pada anggaran tahun 2020.

“Kami harapkan dapat direalisasikan pembangunan sarana panjat tebit tersebut pada tahun 2021. Kami akan menelusuri kembali usulan tersebut agar segera diprioritaskan pembangunannya pada tahun 2021 ini, mengingat panjat tebing salah satu cabang olah raga prioritas di KONI Aceh Tengah,” jelas Illiyandi alias Dadong.

Panjat tebing menurut Dadong, merupakan salah satu Cabor yang sering meraih prestasi, sehingga dianggap pantas memiliki saran dan prasarana yang layak.

“Karena panjat tebing merupakan salah satu Cabor yang selalu mendapatkan medali emas dalam setiap PORA Aceh, dan melalui sarana yang lebih baik akan meningkatkan prestasi pada event-event yang akan datang,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button