AcehGAYOJurnalisme WargaSosialTakengon

Kesaksian Warga yang Menemukan Bayi Dikubur Hidup-Hidup di Pegasing

Saat Ditemukan, Bayi itu Sempat Menangis

Penulis: Rahma

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Seorang perempuan melahirkan bayi laki-laki, lalu dikubur hidup-hidup dibelakang rumahnya disalah satu desa di Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (31/8/2020).

Bayi yang baru lahir sekitar Pukul 14.30 WIB ini ditemukan oleh warga dibelakang rumah pelaku.

Berdasarkan penelusuran Suaragayo.com, penemuan bayi malang tersebut berawal saat seorang anak laki-laki berkebutuhan khusus berusia sekitar 10 tahun, pulang bermain dari rumah tetangga.

Bocah ini adalah anak kandung dari perempuan yang menguburkan bayi tersebut.

Setibanya dirumah, si bocah kemudian mencuci tangan di atas baskom yang tertutup dengan karung bekas.

Tidak lama kemudian, si bocah mendengar suara tangisan bayi, yang ternyata berada di dalam baskom tersebut.

Bocah ini kemudian terkejut dan melapor kepada ibunya yang terbaring di dalam rumah.

“Bocah itu kemudian bilang, mak kita sudah punya adik,” ucap seorang tetangga yang enggan disebut namanya, mengisahkan kembali penuturan bocah berkebutuhan khusus tersebut.

Bocah itu sempat mengaku, sang ibu meminta anaknya itu untuk mengubur bayi yang tak lain adalah adiknya sendiri, namun si bocah tersebut menolak perintah ibunya.

Bocah ini kembali bermain kerumah tetangganya dan menyampaikan kabar bahwa adiknya telah lahir.

“Adikku udah lahir didalam baskom,” kata anak itu kepada salah seorang tetangganya.

Mendengar ucapan itu, sejumlah tetangga setempat kemudian berdatangan ke rumah si bocah, dan menemui ibunya yang sedang terbaring.

“Pelaku pura-pura sakit kepala ketika kami tanyai tentang kejadian ini,” jelas seorang warga Kecamatan Pegasing itu, Senin (1/8/2020).

Merasa curiga, para tetangga yang mayoritas perempuan itu langsung mencari bayi tersebut di dalam baskom dan dibawah-bawah meja rumah tersebut.

Mereka kemudian panik dan bergegas mencari bayi itu ke belakang rumah.

Para tetangga kemudian merasa curiga saat melihat gundukan tanah seperti baru dicangkul.

Mereka kemudian menggali tanah itu. Namun betapa kagetnya para tetangga ini karena menemukan seorang bayi laki-laki yang terkubur hidup-hidup dan masih bernafas setelah digali, dengan keadaan tali pusar yang belum terlepas.

Warga yang melihat peristiwa itu merasa panik, ada pula yang berteriak histeris karena merasa tidak tega dengan kondisi bayi yang memprihatinkan itu.

“Karena bayi yang disebutkan bocah tadi sudah tidak ada lagi di dalam baskom, tetapi dikubur hidup-hidup dengan kedalaman kurang dari satu meter. Saat ditemukan sempat menangis,” sebut seorang warga lain kepada Suaragayo.com.

Para tetangga yang terus berdatangan kemudian langsung membawa bayi beserta ibunya itu ke Puskesmas Pegasing, kemudian dirujuk ke RSUD Datu Beru Takengon.

“Sampai di RSUD Datu Beru, bayi itu meninggal dunia, dan akhirnya jenazah dibawa kembali ke kampung sang ibu di Kecamatan Pegasing,”

“Warga lalu mengubur bayi tersebut sehari setelah kejadian, karena cuaca hujan setelah bayi dibawa dari rumah sakit jadi tidak memungkinkan untuk dimakamkan,” ungkap warga yang mengetahui peristiwa tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, ibu dari bayi tersebut masih dalam perawatan intensif di RSUD Datu Beru, karena sempat mengalami pendarahan pasca melahirkan bayi tersebut tanpa bantuan bidan atau orang lain.

Kepada Suaragayo.com, sejumlah warga menceritakan pengakuan dari ibu si bayi yang memiliki suami yang sedang dipenjara karena kasus Narkoba, bahwa ia tega mengubur bayinya hidup-hidup karena merasa malu kepada warga sekitar apabila melahirkan bayi tanpa seorang ayah.

“Kata si ibu ini, pria yang sudah membuatnya mengandung menolak untuk menikahinya,” sebut sumber tersebut.

Kini kasus yang menggemparkan warga Aceh Tengah itu sedang ditangani oleh personel Polres Aceh Tengah.

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button