AcehGAYOOlahragaTakengon

Ketua Pengprov FOPI Aceh: Lapangan Musara Alun Potensi Menjadi Sport Tourism

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Ketua umum Pengprov Federasi Olahraga Pentanque Indonesia (FOPI) Aceh, lapangan Petanque musara alun Takengon berpotensi menjadi spotr tourism, Selasa (28/9/2021).

Abdurahman ketua FOPI Aceh yang diwawancairai suaragayo.com di sela-sela memasuki babak akhir Cabor petanque yang diselengarakan dari tanggal 21 hingga 30 september 2021 mendatang, menyampaikan

Pihaknya tidak menduga lapangan musara alun Kota Takengon ini, memiliki luas yang mencapai ukuran standar nasional Cabor petanque.

“Tak terduga lapangan musara alun ini memiliki panjang 56 meter dan lebar 19 meter lahan yang sudah di pavingblok, jadi lapangan ini bisa dibuat 16 line lapangan petaque dan ini sudah masuk ukuran standar nasional” selanjutnya

Ia menyampaikan jika di lihat dari lapisan dan dasar lapangan, ini sudah sangat baik, hanya saja tinggal dibenahi sedikit lagi falisitasnya.

“Sperti instalasi air sangat diperlukan di cabang olahraga petanque, karena dilapangan petanque sangat dibutuhkan tempat cuci tangan, kemudian toiliet juga ditambah lagi dan mushola, serta ruangan ganti atlet lalu mereboisasi. kalau bisa dengan jenis pohon yang bisa mengasilkan buah” ucapnya

Hal ini sudah disampaikannya kepada pihak Dispora Aceh Tengah

Kita berharap kedepan, dengan dukungan dari berbagai pihak semoga lapangan yang berpotensi ini, bisa menjadi Salah satu objek pariwisata yang menarik dan memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan atau di jadikan pariwisata olahraga atau yang lebih dikenal dengan istilah sport tourism.

”Pemerintah udah berupaya untuk membuat lapangan petanque disini berkapitas nasional, artinya tidak menutup kemungkinan bisa berkelas Internasional seperti bisa jadi objek turis-turis buat berwisata sambil bermain petanque ke kota yang berada di dataran tinggi ini”

Abdurrahman yang berprofesi sebagai Dosen Olahraga FKIP Usk ini, juga berharap Olahraga petanque ini bisa berkembang di 23 Kabupaten/Kota yang berada di Aceh

“Semoga di kabupaten/kota yang belum ada lapangan petanque agar segera bisa memiliki lapangan ini, minimal 8 Line aja tidak harus sampai 16 atau 20 line, agar supaya bisa diselenggarakan event daerah, sehingga olahraga jenis petanque ini bisa semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas” tutupnya.

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button