Bener MeriahGAYOSosial

Kisah Kolektor Kopi Wanita Pertama Koperasi Permata Gayo, Terpuruk Lalu Bangkit Setelah Kehilangan Suami

Penulis: Desi Mentari

BENER MERIAH, SUARAGAYO.Com – Hudiawati Inen Iko (39), merupakan perempuan pertama yang menjadi kolektor di Koperasi Permata Gayo (KPG) yang berasal dari Hakim Wih Ilang, Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Wanita ini menggantikan almarhum dari suaminya yang telah meninggal dunia satu tahun yang lalu. Ia menjelaskan itu kepada Suaragayo.com, disela Rapat Anggota Tahunan (RAT) XI Koperasi Permata Gayo, Selasa (9/3/2021).

“Saya disini mengganti suami saya yang telah meninggal dunia satu tahun yang lalu,” kata Hudiawati.

Ia menceritakan kesedihannya saat ditinggal suaminya yang meninggal dunia karena penyakit almarhum.

“Suami saya meninggal dunia karena sakit asam urat yang di deritanya, ia meninggal di rumah sakit di Banda Aceh, saat suami saya meninggal di rumah sakit hanya saya dan putra saya yang menyaksikan sakratul mautnya,” kata Hudiawati.

Tentu, saat suasana berkabung itu, ia harusnya mengekspresikan kesedihannya. Namun niat itu urung dilakukan demi menjaga perasaan putranya yang sudah semester 6, yang turut menyaksikan detik-detik sang ayah mengehembuskan nafas terakhir.

“Saya berusaha bersikap tegar didepan putra saya,” kenang ibu dua putra itu.

Usaha jual beli kopi sudah ditekuni ia dan suami mulai dari 2004, sekaligus perintis kolektor KPG pada 2006 silam.

“Setelah suami meninggal dunia, saya bisa menjalankan usaha ini sebagai kolektor karena sudah berpengalaman dari suami saya,” tambah Hudiawati.

Ibu dua anak ini melanjutkan, usaha yang dilakukannya didedikasikan untuk anak-anaknya yang sedang berkuliah dan duduk di sekolah menengah pertama.

“Saya akan melanjutkan usaha ini demi anak-anak saya,” pungkas Hudiawati.

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button