EdukasiGAYOSejarahTakengon

Kisah Lapangan Terbang Pegasing dan Pesawat yang Nyaris Menabrak Gunung

Penulis: Rahma Gustia/ Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Pegasing adalah salah satu nama kecamatan yang berada di kabupaten Aceh Tengah.

Siapa sangka, pada sekitar 40 Dekade lalu, Pegasing ini mengukir sejarah tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

Kisah ini adalah tentang keberadaan lapangan terbang di kawasan Pegasing.

Warga sekitar dahulu menyebut nama lokasi itu dengan sebutan “Lapter”, yang merupakan singkatan dari Lapangan Terbang.

Mengetahui sejarah itu, Suaragayo.com menyambangi salah seorang warga yang berada dikampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing.

Saat dikunjungi Kamis (17/9/2020), Arifin (78) yang disapa warga sekitar dengan Kek Item, sedang beristirahat.

Beberapa jam kemudian Suaragayo.com kembali mengunjungi kediaman Kek Item, yang sedang menikmati teh hangat menyambut ramah penulis.

Kemudian Kek Item mulai bercerita tentang lapangan lepas landas tersebut.

“Mulai dari lapangan bola yang berada di Kampung Simpang Kelaping, hingga kampung jurusen kecamatan pegasing ini, pada tahun 50-60-an dulunya adalah sebuah lapangan terbang, sebelum terbentuknya Bandara Rembele yang berada di kabupaten Bener Meriah,” Kata kek item (78) Kamis, (17/9/2020).

Bandara atau lapangan terbang yang berukuran tidak terlalu luas ini, biasa kerap didarati helikopter atau pesawat capung.

“Pesawat ini kurang lebih hanya sepuluh kali lepas landas di bandara pegasing, muatan pesawat ini sekitar sepuluh orang saja,” jelas Kek Item.

Setelah itu, sebuah peristiwa terjadi. Seorang pilot yang ingin mendarat di lapangan terbang pegasing, nyaris kehilangan kendali dan hampir memenghantam pegunungan yang tidak jauh dari bandara tersebut.

Beberapa bulan setelah kejadian, masyarakat sekitar tidak lagi melihat pesawat capung mendarat dan terbang disekitar lokasi.

Pada akhirnya, sebagian besar lahan bekas bandara itu mulai dibangun rumah teduh oleh warga disekitar lapangan terbang tersebut.

Bahkan ada juga yang membangun rumah di tempat pesawat itu mendarat.

“Dari tahun 60-an sampai saat ini pesawat itu tidak pernah muncul lagi,” Sebut kek item kembali.

Kurang Ideal Dibangun Bandara

Sementara itu Mantan Pimpinan Proyek yang juga mantan Kepala UPBU Rembele, Yan Budianto saat dikonfirmasi Suaragayo.com, Sabtu (19/9/2020), mengaku mengetahui informasi tentang keberadaan lapangan terbang Pegasing itu.

Facebook Comments Box
1 2Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button