GAYOSosialTakengon

Kisah Naimah, Bidan yang Pernah Tandu Ibu Hamil Hingga Beri Pelayanan di Rumah Warga

Penulis : Nihayatul Afifah Husna

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Naimah Wanara, bidan desa di Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah. Ibu tiga anak ini bertugas di desa itu sejak 1999 silam. Pahit getir kerap dirasakan sosok ini.

Awalnya, sosok ini menetap di Aceh Barat. Lalu bertugas di dataran tinggi. Menyesuaikan cuaca dingin menjadi tantangan tersendiri.

Lalu, Naimah pun berkeliling desa. Mendatangi rumah per rumah. Memberi layanan kesehatan.

Jalanan becek dan berbatu sudah biasa. Terparah, pasien harus ditandu untuk berobat.

“Saya bawa perlengkapan medis. Jalan kaki. Rumah per rumah. Becek sudah biasa. Tapi begitulah pengabdian,” kenang ibu 45 tahun ini, Senin (2/1/2021).

Naimah

Kenangannya melambung ke beberapa tahun lalu. Saat pasien ingin melahirkan. Namun terpaksa dirujuk ke rumah sakit. Rumah pasien itu jauh dari jalan lintas.

Tak ada solusi lain. Terpaksa membawa pasien dengan ditandu dengan kain sarung hingga ke pinggir jalan raya. Mobil menunggu di sana.

“Saya tegang juga saat itu. Takut kenapa-napa pasien mau melahirkan ini,” kenangnya.

Layanannya terhadap pasien didukung sang suami Anwar (45). Pria ini kerap menemani istrinya menginap di rumah pasien.

“Menunggu kelahiran pasien saya juga ikut serta. Menemani sampai lahiran,” kata sang suami.

Sejak 1999 hingga 2008 mereka menetap di Polindes. LAlu berpindah menjadi staf di Puskesmas Atu Lintang.

Sejak akhir 2017 Naimah pindah tugas ke DKBP-PA (Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak) Kabupaten Aceh Tengah.

Sejak saat itu, dia gencar mengampanyekan program keluarga berencana. Setelah bekerja, dia masih membuka klinik pribadi yang diberinama BPM BPM Naimah Wanara dan KKB Khairan.

Dua klinik itu turut melayani program keluarga berencana. Ketekunannya membina masyarakat desa diganjar dengan penghargaan Bupati Aceh Tengah dan Dinas Kesehatan Aceh Tengah.

Kini, meski memasuki kepala empat, minatnya terus belajar tak pernah sirna seiring bertambah usia. Dia mengambil program studi ners di Stikes Mitra Husada, Medan, Sumatera Utara.

“Ilmu itu terus berkembang. Maka, saya juga harus terus belajar. Ini buat menambah pengabdian saya pada masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Aman Dimas

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button