GAYOSosialTakengon

Kisah Pahit Getir Kehidupan Seorang Pedagang Sate Padang di Tanah Gayo, dari Berjualan Bantal Hingga Beban Kredit

Penulis: Desi Mentari

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Gerobak sate mulai di persiapkan beserta dengan sate-sate yang akan di jualnya.

Afrizal (59) lelaki yang sudah tidak muda ini bersemangat menjual sate Padang miliknya saat ditemui Suaragayo.com, Senin (21/12/2020). Dia berjualan di samping Lapangan Arul Kumer, Kecamatan Silih Nara.

Setiap sore pria ini berangkat dari rumahnya dengan sepeda motor untuk berdagang sate. Lakon itu sudah dilakukan enam tahun terakhir.

Awalnya, pria asal Padang, Sumatera Barat ini datang ke Takengon sebagai pedagang bantal.

Ayah lima anak itu pun belakangan memboyong keluarganya ke dataran tinggi itu. Nekat berjualan sate Padang.

Meski hidup sederhana, semangatnya berjualan luar biasa. Kini anaknya kuliah di Padang.

“Saya bersyukur atas apa yang saya capai. Bisa kuliahkan anak-anak. Dua diantaranya sudah berkeluarga,” kata Afrizal.

Meski hidup dengan beban kredit, namun dia tetap optimis bisa melunasi hutangnya tersebut. Meski rumah pun masih harus menyewa.

“Tekad saya, terpenting buat anak dulu. Kami menyewa rumah dan kredit motor tak apa. Segalanya buat anak,” pungkas Afrizal.

Editor : Aman Dimas

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button