GAYOSosialTakengon

Kisah Pilu Mak Item, Saat Tahu Ratusan Batang Nanas yang Ditanamnya Tersapu Puting Beliung

Mak Item merasa butuh perhatian pemerintah

Penulis: Desi Mentari

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Jamilah (51), warga Kampung Kayu Kul, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah itu tampak hanya bisa pasrah sembari mengeluarkan air mata, tatkala melihat ratusan batang nanas diladang miliknya rebah, dan dipastikan tidak lagi bisa dipanen.

Ladang nanas Jamilah atau akrab disapa Mak Item, ikut disapu angin puting beliung yang terjadi pada 25 Agustus lalu.

Geganasan bencana tersebut bahkan memorak-porandakan puluhan rumah dan sejumlah bangunan serta fasilitas umum di empat desa di Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Mak Item merupakan seorang janda dan hidup seorang diri setelah anak tunggalnya pindah domisili sejak menikah.

Sore itu, Rabu (26/8/2020), Suaragayo.com menyambangi Mak Item yang sedang berada dikebun nenas miliknya. Mak Item sedang ingin membersihkan batang nanas yang sudah tumbang pasca dihantam puting beliung.

Sembari beraktivitas, Mak Item berkisah bagaimana angin puting beliung menghantam perkebunan nanas yang menjadi sumber penghasilannya tersebut.

Mak Item mengaku sedang berada di dalam rumah saat kerjadian berlangsung pada sore hari. Ia semula tidak mengetahui apa yang terjadi diluar sana.

Rumah Mak Item kemudian kedatangan tamu, yaitu seorang saudaranya yang tinggal tidak jauh dari rumah Mak Item.

“Terdengar suara saudara saya, memanggil dan mengetuk pintu rumah saya. Kemudian mengabarkan bahwa terjadi puting beliung dan ladang saya terkena imbas puting beliung,” ujar Mak Item, Rabu (26/08/2020).

Kejadian puting beliung diketahui berlangsung sekitar Pukul 17.30 WIB.

Pagi harinya, Mak Item beranjak menuju ladang perkebunan nanas miliknya, meski kondisi tubuh kurang sehat.

Parang dan keranjang merah yang di bawa menuju kebun nanas menjadi saksi bisu dari rasa kesedihan seorang Mak Item.

“Saya menangis saat saya memasuki perkebunan nanas ini, setelah melihat kondisi kebun,” kata Mak item kembali.

Kebun nanas yang berukuran sekitar 1 rante atau kra-kira berukuran 20×20 meter itu merupakan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan Mak Item sehari-hari.

“Kebun ini hanya harapan saya, ukuranya pun hanya setengah rantai. Tapi sekarang sudah rusak dampak dari puting beliung kemarin sore,” lanjut Mak Item kemudian.

Dengan raut wajah penuh kesedihan, Mak Item mengambil parang di dalam keranjang merah yang dibawanya, dan perlahan berusaha menata kembali ladang yang rusak itu.

“Sedih dengan kondisi ini tapi mau di katakan apa lagi ini sudah terjadi,” ujar Mak Item.

Meski demikian, wanita itu tetap merasa bersyukur, karena saat terjadi puting beliung terkadi, ia selamat dan rumahnya tidak mengalami kerusakan seperti puluhan keluarga di empat desa di Kecamatan Pegasing.

“Alhamdulillah saya tidak menjadi korban dari bencana itu dan rumah juga tidak mengalami kerusak akan tetapi kebun nanas milik saya rusak,” sebut Mak Item

Ia pun berharap, agar apa yang dialaminya menjadi perhatian pemerintah dari dampak puting beliung yang terjadi.

“Ladang ini rusak, memang bisa di perbaiki tapi tidak seperti dulu lagi. Kebun ini harapan saya, saya seorang janda lagi,” ungkap Mak Item lagi.

Seperti diketahui, bencana puting beliung di Kecamatan Pegasing merusak 30 rumah warga dan merusak fasitas umum dan sejumlah tempat usaha pada 25 Agustus lalu.

Menurut laporan BPBD Aceh Tengah, empat orang mengalami luka ringan akibat peristiwa yang terjadi menjelang petang hari itu.

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button