AcehGAYOTakengon

KKN di Dusun Perulangan Kemili, Mahasiswa Unimal Racik Hand Sanitizer Berbahan Dasar Daun Sirih

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Covid 19 Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, membuat inovasi berupa produk hand sanitizer dari daun sirih di Takengon, Aceh Tengah.

Hal itu dilakukan untuk mengatasi masalah mahalnya hand sanitizer selama masa pandemi Covid-19.

Mahasiswa KKN ini juga merupakan relawan Desa Lawan Covid-19 di Desa Kemili, Dusun Perulangan, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Pembuatan Hand Sanitizer ini dilakukan untuk membantu masyarakat dalam upaya mengatasi mewabahnya Covid-19 di desa lokasi KKN.

Dalam kondisi New Normal saat ini, masyarakat dituntut untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, baik dengan mengunakan masker maupun mengunakan hand sanitizer.

Penggunaan hand sanitizer dapat menghindari diri dari virus maupun kuman yg menempel di tangan. Sehingga masyarakat memahami bagaimana cara mengatasi diri agar terhindar dari Covid-19. Dan bisa bersama-sama dengan pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

Adalah Ihwandi mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Nisrina Raihana dari Prodi Administrask Publik, Putri dari Prodi Teknik Sipil, Neneng, Rani, Fitri dan Salma masing-masing dari Prodi Akuntansi Unimal, serta dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ayi Jufridar, yang terlibat dalam ide kreatif tersebut.

Sebab, mahalnya hand sanitizer dikala ekonomi yang belum stabil akibat Covid-19, membuat masyarakat hanya mengandalkan sabun sebagai salah satu mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Kelemahannya jika menggunakan sabun kita tidak bisa menggunakannya kapanpun karena harus mencari tempat yang menyediakan air atau tempat cuci tangan. Maka dari itu, mahasiswa relawan membuat inovasi untuk membuat dan membagikan hand sanitizer kepada masyarakat secara gratis,” kata Ketua Kelompok KKN, Ihwandi, dalam siaran pers yang diterima Suaragayo.com, Kamis (29/10/2020).

Ia menjelaskan, pembuatan hand sanitizer ini juga menggunakan bahan alami yang tersedia di kampung tempat mereka kuliah kerja nyata.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan hand sanitizer ini adalah daun sirih dan juga jeruk nipis.

“Setelah diproduksi, kami membagikannya secara gratis kepada warga,” jelas Ihwandi.

Hand sanitizer dari ekstrak daun sirih dibagikan kepada masyarat Kampung Kemili ,Dusun Perulangan, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Hal ini diharapkan dapat mencegah penyebaran COVID-19. Selanjutnya kelompok Nomor 032 ini berharap, dengan adanya program inovasi ini, masyarakat dapat memutuskan rantai penyebaran Covid 19 di Aceh Tengah.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button