BudayaGAYOTakengon

Lantik Pengurus Majelis Adat Gayo, Shabela: Bersatu Rahmat, Pecah Belah Adalah Laknat

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Bupati Aceh Tengah melantik pengurus Majelis Adat Gayo (MAG) Kabupaten Aceh Tengah di Gedung Ummi Pendopo Bupati setempat, Kamis (03/09/2020).

Pelanolan itu merupakan hasil hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke-2  yang dilaksanakan pada 9 Juli 2020 lalu.

Saat itu terpilih Ketua MAG Banta Cut Aspala, Sedangkan untuk Wakil ketua I dan II dipercayakan pada Dr Joni dan M Thaib KB.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada pengurus Majelis Adat Gayo (MAG) yang baru.

“Semoga pengurus yang baru dilantik dapat membantu pemerintah dalam memajukan kebudayaan  dan adat istiadat di Kabupaten Aceh Tengah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Aceh,” kata Shabela, seperti rilis yang diterima Suaragayo.com dari Humas Setdakab Aceh Tengah, Kamis (4/9/2020).

Suasana pelantikan pengurus MAG periode 2020-2024.

Untuk Aceh jelas Shabela, mendapat empat keistimewaan, terdiri atas penyelenggaraan pendidikan, penyelenggaraan kehidupan beragama, penyelenggaraan kehidupan adat istiadat dan peran ulama dalam pengambilan kebijakan daerah.

Pihaknya berharap, para pengurus MAG yang baru ini dapat melaksanakan tugas sesuai dengan Qanun Provinsi Aceh No: 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat.

“Oleh karenanya terkait kehidupan adat dan istiadat diberikan kewenangan dalam pelaksanaaan nya oleh pemerintah Aceh kepada seluruh Kabupaten/ Kota dan segenap lapisan masyarakat dalam Provinsi Aceh,” jelas Shabela.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah lanjut Shabela, akan terus menjaga dan melestarikan seni budaya yang ada di Kabupaten Aceh Tengah, karena dengan seni budaya dapat mempersatukan seluruh komponen masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

Osop beperah, taring berai siarani ipejamui, nilai adat yang mulai luntur dikaji dan digali kembali, selanjutnya disampaikan kepada masyarakat untuk dilaksanakan,”

“Persatuan dan kesatuan adalah modal hidup yang paling utama, bersatu adalah rahmat, pecah belah adalah laknat,” tegasnya.

Shabela juga menyampaikan falsafah hidup orang Gayo atau peri basa, yaitu ratib musara anguk, nyawa musara peluk, bulet lagu umut, tirus bilang gelas, yang berarti bagian dari falsafah bersatunya masyarakat Gayo.

Foto bersama para pengurus MAG dengan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar.

Selain ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Pengurus Majelis Adat Gayo (MAG) Kabupaten Aceh Tengah periode masa jabatan 2020- 2024, Shabel mencapaikan terimakasihnya kepada kepengurusan yang lalu.

Pemarin pedih kami sawahen selamat ku bebewene pengurus Majelis Adat Gayo periode 2020-2024 si nge ikukuhen, kami selaku ulu rintah, juga munyawah berijin ku tertib bermajelis MAG, periode sebelume, kami songoh muregei buet ni edet si nge mucap ku atu, nge mulantak ku papan,

“oleh  si nge berkejang payah munetah dan mulestarinen tenaring ni muyang datunte urang Gayo masa pudaha si muedet, muatur, muinget, orom muresam,” pungkas Shabela Abubakar.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button