EdukasiTakengon

Mengintip Kios Buku di Genting Gerbang, yang Seyogyanya jadi Gudang Ilmu Masyarakat Silih Nara

Penulis: Desi Mentari

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Kios buku di Kampung Genting Gerbang seharusnya menjadi jendela ilmu bagi masyarakat di Kecamatan Silih Nara.

Kios buku ini milik Pemerintah Kampung Genting Gerbang, Kecamatan Silih Nara ini mulai dibuka pada 2011, dan diperintukkan bagi mayarakat umum.

Administrasi Umum Kampung Genting Gerbang, Syarifuddin mengungkapkan alasan kios buku itu dibuat.

Menurutnya, kios buku ini sudah dibuka sejak 2011, dan sempat ditempatkan di rumah salah seorang pengurus.

Kios ini sempat tidak aktif karena tidak ada masyarakat yang datang. Kemudian setelah beberapa tahun kios ini pindah ke kantor desa. Namun masih saja vakum.

“Mungkin karena berada di dalam ruangan kantor desa. Namun pada tahun 2019, kami baru membuat kios buku di bagian luar kantor desa genting gerbang ini,” jelas Syarifuddin, ditemui Suaragayo.com pada medio Maret 2021.

Berbagai jenis buku bacaan disediakan oleh kios itu, sehingga layak dibaca masyarakat umum.

“Banyak buku di kios ini, ada untuk anak-anak, remaja, orang dewasa dan orang tua. Untuk buku para petani kami menyediakan buku seperti pembudidaya ikan dan berkaitan dengan petani, alasannya agar petani kopi mengetahui bahwasanya bisa dan dapat belajar masalah perikanan juga serta banyak mahasiswa asal kampung meminjam buku untuk bahan skripsi miliknya,” papar Syarifuddin.

Kios buku ini dibuat, agar masyarakat memiliki tempat mendapatkan referensi bacaan.

“Tempat ini untuk masyarakat, tujuannya agar anak-anak menjadi gemar membaca untuk pengetahuan mereka, serta untuk masyarakat umum untuk menambah ilmu baru yang belum mereka ketahui,” ujar Syarifuddin

Pengelolaan kios ialah Nuraini, Fitri dan Zulbaiti
“Kios ini buka pada saat jam kerja kantor desa, jika kantor desa buka maka kios ini akan buka juga,” papar Syarifuddin

Ia mengakui, masyarakat sekitar mulai gemar membaca setelah kios buku dibuka.

“Setelah kios ini buka masyarakat bertambah untuk meminjam buku di kios ini,” ungkapnya.

Seperti halnya pustaka milik pemerintah, terdapat sanksi jika tidak mengembalikan buku setelah proses peminjaman.

 

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button