Bener MeriahGAYOHukum

Mien, Seorang Remaja dan Seorang Pemuda di Bener Meriah Perkosa Bocah 12 Tahun Secara Bergantian

Penulis: Iwan Bahagia

 

SUARAGAYO.Com – Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, kembali terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

 

Polres Bener Meriah telah menerima laporan polisi tentang perkara jarimah pemerkosaan dan atau jarimah pelecehan seksual dan atau Ikhtlat terhadap anak di bawah umur baru-baru ini.

Kasus tersebut kini tengah didalami oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bener Meriah.

 

“Saat ini pihak kepolisian sudah menahan satu orang diduga sebagai pelaku, sedangkan satu orang pelaku lainnya masih dalam pencarian,” kata Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Bustani, melalui siaran pers yang diterima, Minggu (4/7/2021).

 

Polisi kini telah menahan seorang pemuda dan memburu seorang remaja yang terlibat dalam kasus tersebut.

 

“Satu orang pelaku sudah kita amankan di Polres Bener Meriah, yang berinisial WR (19). Warga Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Kita masih memburu satu orang pelaku lagi, yang berinisial AD (15) warga Kampung Simpang Bahgie,” kata Iptu Bustani.

 

Ia menjelaskan, pelaku diduga melakukan aksinya yang pertama pada pada hari 29 Juni lalu, sekitar pukul 19.30 WIB.

 

Awalnya, sekitar Pukul 14.00 WIB, pelaku yang diketahui berinisial AD, menghubungi korban melalui messenger untuk mengajak korban jalan-jalan. Korban sempat menolak.

 

Kemudian pelaku AD, kembali menghubungi korban via telepon, saat itu juga korban masih menolak. Baru setelah mengucapkan kalimat bernada ancaman, akhirnya korban menuruti ajakan pelaku untuk jalan-jalan.

 

“Selanjutnya, pelaku AD bersama temannya WR, menjemput korban di sebuah gapura di salah satu Kampung di Kecamatan Bandar dengan mengendarai mobil Kijang Minibus,
Kedua pelaku menjalankan aksinya secara bergantian di dalam mobil tersebut,” jelas Iptu Bustani.

 

“Kemudian menurut keterangan korban, aksi pelaku AD dan WR Kedua kalinya terjadi pada hari Rabu tanggal 30 Juni 2021, sekira pukul 19.00 WIB, pelaku juga menggunakan mobil yang sama di jalan KKA,” jelasnya.

 

Polisi kini sedang melakukan pemeriksaan tersangka WR, memeriksa saksi dan korban, dan meminta visum serta melakukan penyitaan terhadap 1 unit mobil yang digunakan sebagai tempat pemerkosaan. Demikian dengan baju korban untuk barang bukti,”” terang Iptu Bustani.

 

“Jika terbukti bersalah pelaku akan di jerat dengan Pasal 50 jo pasal 47 jo pasal 26 Qanun Aceh no 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat,” tutur Kasat Reskrim.

 

Dalam aturan tersebut, orang yang dengan sengaja melakukan jarimah ikhtilath atau pemerkosaan terhadap anak yang berumur di atas 10 tahun, diancam dengan hukuman cambuk paling banyak 45 kali, dan denda paling banyak 450 gram emas murni atau penjara paling lama 45 bulan.

 

Berikutnya, pemerkosaan terhadap anak-diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling sedikit 150 kali, paling banyak 200 kali denda paling sedikit 1.500 gram emas murni, paling banyak 2.000 gram emas murni, atau penjara paling singkat 150 bulan, paling lama 200 bulan.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button