GAYOOlahragaTakengon

Mirwandi Gayo Rela Kerja Bangunan Demi Ikut MMA

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Masyarakat Gayo umumnya, sudah sangat mengenal Mirwandi, yang tampil di ajang MMA One Pride, yang digelar oleh salah satu televisi swasta pada 23 Juli lalu.

 

Penampilan Mirwandi “Gayo” Arinasko, yang meng-Knock Out (KO) kan lawan hanya dalam waktu 21 detik di Ajang Mixed Martial Arts (MMA), Sabtu (23/7/2022) malam, berhasil meyita perhatian publik di Dataran Tinggi Gayo.

Ternyata, Mirwandi pernah menjadi kuli bangunan untuk memenuhi biaya latihan di Jawa Barat.

 

“Saya bekerja sekitar dua minggu. Sebab saya baru tiba di Bandung pada awal 2021, di salah satu sasana di daerah Bandung Barat, sebelum memutuskan masuk ke dunia MMA profesional,” kata Mirwandi.

Pekerjaan itu dilakoni setelah berkenalan bersama sejumlah rekan di sasana tempat saya tinggal.

Setelah modal terkumpul, Mirwandi langsung menuju Sasana Iron Sheep Training Camp di Garut, Jawa Barat, yang ditempuhnya dengan menumpang bus sekitar 1, 5 jam.

 

Tiba di sasana baru, Mirwandi berkenalan dengan rekan yang terlibat di sasana itu. Satu minggu berselang, ia kemudian menyesuaikan diri dengan suasana sasana tersebut.

 

“Setelah itu saya baru mulai berlatih fisik dan teknik bersama sejumlah pelatih di sasana ini,” sebut pria yang akan berusia 25 tahun pada Desember mendatang.

 

Ia mengaku butuh waktu sekitar 1, 8 tahun berlatih, baru mengikuti seleksi sesuai arahan pelatih.

 

“Saya menunggu keputusan sekitar tiga bulan. Kemudian pihak penyelenggara menyatakan layak untuk mengikuti MMA, karena dianggap sesuai kemampuan teknik yang dikuasai, termasuk berat badan,” ucap Mirwandi.

Pria lajang ini baru mengikuti pertandingan sekitar bulan kemudian.

 

“Jadi biaya saya bekerja bangunan itu untuk ongkos pergi dari Bandung ke Garut, lalu kebutuhan sehari-hari saya dapatkan dari berbagai rekan yang memberikan sokongan,”

 

“Terkadang, saya membantu teman-teman bekerja serabutan untuk tambahan biaya selama di sasana,” ungkap Mirwandi.

 

Mirwandi mengaku, berniat mulai mengikuti MMA setelah menyaksikan berbagai pertandingan di televisi swasta. Karena merasa memiliki kemampuan, Mirwandi rela merantau demi mewujudkan harapan itu.

 

“Orangtua dan keluarga sempat ragu saat saya mengutarakan niat berangkat untuk ikut MMA,  sebab dianggap belum ada kenalan di daerah jawa, dan minimnya biaya untuk bertahan hidup di perantauan,” kenang Mirwandi.

 

Ia kemudian meyakinkan orangtua bahwa dirinya memiliki kemampuan bela diri dan mental, barulah ama dan ine Mirwandi mengizinkan, meski tidak sepenuhnya.

 

“Alhamdulillah, setelah menang kemarin, saya dapat membuktikan dan meyakinkan orangtua dan kerabat, bahwa selain bisa bertanding, saya bisa mandiri, meskipun ada bantuan beberapa pihak,” pungkas Mirwandi.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button