EdukasiGAYOTakengon

Naim Bahagia, ‘Sang Juara’ dari Jaluk, Lulusan Farmasi Terbaik Hingga Melenggang ke India

Penulis: Desi Mentari

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Naim Bahagia (24) seorang pemuda asal Kecamatan Ketol, layak menjadi prestasi memiliki beragam prestasi.

Naim, begitu panggilannya, lelaki asal kampung jaluk Kecamatan Ketol ini memiliki berbagai prestasi hingga mencapai taraf internasional.

Sejak SD hingga SMA, Naim selalu tampil sebagai juara umum.

Naim Bahagia (Berkacamata). (FOTO: Koleksi pribadi)

Anak dari Junaini dan Irmawati ini juga pernah terpilih sebagai Ketua OSIS saat mengecap bangku SMP.

“Saya berasal dari SD 4 ketol, SMP 18 Takengon serta MAN 1 Takengon, saat di SMP saya pernah menjadi ketua OSIS, namun ketika SMA saya mendapat jabatan sebagai Wakil OSIS, Ketua Rohis, aktif di Asosiasi Siswa Islam (Assalam). Saya juga aktif dalam perlombaan tingkat O2SN,” jelas Naim.

Pemuda asal Kampung Jaluk ini juga pantas dibanggakan atas prestasi yang ia raih ketika berada di perguruan tinggi, yaitu di Akademi Farmasi Pemerintah Aceh.

“Akademi Farmasi Pemerintah Aceh, tempat saya melanjutkan perkuliahan jenjang D3. Panjang cerita yang saya lalui. Alhamdulillah ketika diperkuliahan saya menjadi ketua BEM, satu tahun kepemimpinan. Alhamdulillah, saat yudisium serta wisuda saya dinyatakan mendapatkan nilai terbaik,” jelas Naim

Setelah memimpin organisasi dan nilai terbaik dijenjang D3 farmasi, ia kemusian melanjutkan studi S1 Farmasi di Universitas Sari Mutiara Indonesia.

“Universitas Sari Mutiara Indonesia menjadi pilihan untuk melanjutkan S1 farmasi saya, di kampus ini, alhamdulillah saya juga mendapatkan kesempatan yaitu lulus dan ikut serta mewakili Universitas dalam ajang Riviera Festival di Vellore Institute of Technology (VIT), India. Tepatnya di daerah Chennai, India Selatan,” terang Naim.

Event itu ungkapnya, semacam khursus singkat sekaligus festival budaya yang diadakan VIT, dengan mengundang serta menyeleksi peserta dari seluruh dunia.

“Saya tidak menduga, saya dan teman saya merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Kurang lebih ada 40 negara yang mengikuti program ini,” sebut Naim.

Motivasi pemuda berbakat ini ialah orang tuanya. Saban kali ia membayangkan kasih sayang dan dukungan orangtuanya dalam meniti karir.

“Jujur, motivasi saya adalah orang tua. Orangtua adalah cinta pertama dan teladan bagi saya. Kebahagiaan dan kebanggan yang saya raih adalah untuk orang tua. Dalam setiap doa setiap salat lima waktu, saya juga menyematkan doa agar saya menjadi anak yang berbakti pada orang tua, dan menjadi orang yang berguna bagi orang lain, agama dan bangsa dan setelah selesai S1, kini saya bekerja di Kimia Farma Medan,” papar Naim kembali

Menjadi generasi yang berprestasi dan menjadi pribadi yang aktif serta berdedikasi, Naim punya dua upaya yang harus lahir dari diri seseorang.

“Pertama, kenali potensi diri, biasanya kalau sudah mengenali potensi diri, akan tahu kemana dan apa yang harus dituju. Kedua, terus belajar dan siap beradaptasi dengan perubahan. Harus mau belajar dan jangan takut salah,” pungkasnya.

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button