EdukasiGAYOKopi

Pandemi, Anjloknya Harga Kopi Gayo dan Masa Depan Petani Kopi

Oleh : Misna Rahmika

OPINI, SUARAGAYO.Com – Kopi Gayo yang telah dikenal dunia sebagai kopi terbaik, saat ini mengalami berbagai kendala dalam laju penjualan. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab, terlepas dari beberapa permasalahan pasar ekspor kopi Gayo yang sempat terindikasi mengandung zat kimia.

Namun demikian, petani kopi Gayo tetap harus memenuhi kebutuhan ekonomi dari hasil perkebunan yang menjadi andalan ini. Pertanyaannya, bagaimana petani kopi bisa bertahan dengan kondisi pandemi serta kehilangan kepercayaan pasar luar negeri terhadap kualitas kopi Gayo?

Perkebunan kopi Gayo pada umumnya adalah perkebunan rakyat. Dimana hampir setiap petani kopi adalah pemilik tunggal dari perkebunan itu sendiri. Tentu ini tidak terlepas dari dampak positif dan dampak negatif, setiap pemasaran kopi harus memiliki teknik yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sehingga sangat memungkinkan pada masa pandemi ini setiap elemen, pelaku kopi perlu melakukan evalusi serta memperbaiki manajemen pasar guna menstabilkan harga kopi jika dihadapkan pada permasalahan yang sama, atau untuk proses perkembangan pasar kopi Gayo dimasa mendatang.

Beberapa point yang dapat menjadi pertimbangan sebagai berikut;

Menjaga kualitas kopi Gayo

Seperti yang diketahui bersama, beberapa kali isu tentang pengembalian dari pengiriman kopi Gayo tujuan ekspor dan hal ini terkait dengan kandungan zat kimia yang sangat mempengaruhi dinamika pasar kopi Gayo. Mengapa hal ini bisa terjadi berulang kali? Bagaimana zat kimia bisa terindikasi dalam kopi Gayo?

Pernyataan akan fakta mendasar untuk menggambarkan kondisi kopi Gayo saat ini adalah sebagian besar kopi Gayo bukanlah kopi organik. Penggunaan pupuk dan berbagai macam jenis zat kimia pembasmi hama dan rumput sudah menjadi konsumsi wajib di perkebunan para petani di Gayo. Hal ini tentu berpengaruh pada kopi secara langsung, dikarenakan sifat absorber pada kopi sehingga mempengaruhi rasa, aroma serta kualitas biji kopi.

Saat berbicara tentang kualitas Kopi Gayo yang sudah dikenal dengan cita-rasa serta aroma yang kuat menjadi modal bagi petani. Bagaimana dunia mengakui potensi kopi Gayo karena kualitas kopi yang dulunya masih menjaga habitat tumbuh, di rawat dengan sistem organik, serta proses pasca panen yang jujur. Permasalah saat ini, dari habitat, sistem tanam, sistem perkebunan kopi, sistem pascapanen sudah bergeser dari nilai kopi Gayo yang diinginkan oleh pasar luar (Eropa-Amerika) menjadi produk yang ‘cacat’. Sehingga muncul sistem pasar yang kian mempersulit laju pasar kopi Gayo itu sendiri, yang kita tahu sendiri 99% dari hasil kopi Gayo adalah komoditi ekspor dan hanya 1% lebihnya sebagai komoditi lokal.

Sehingga mengembalikan pengelolaan kebun dan pasca panen yang baik merupakan solusi agar kualitas kopi Gayo tetap terjaga.

Facebook Comments Box
1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button