AcehBener MeriahGAYOHukum

Panwaslih dan STIHMAT Aceh Tengah Teken MoU, Fahrul Rizha Yusuf: Kampus Penting Dalam Pengawasan dan Menegakkan Hukum Pemilu

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Koordinator Penanganan Pelanggaran Panwaslih Provinsi Aceh, Fahrul Rizha Yusuf mengatakan, kampus berperan penting dalam pengawasan dan penegakan setiap pelanggaran pemilu, Selasa (15/6/2021).

 

“Kampus berperan penting, dikampus ada pendidikan politik dan hukum, penelitian dan pengabdian masyarakat, semua tahapan kampus bisa berperan,” kata Fahrul Rizha Yusuf, dalam sambutan pada penandatanganan kerjasama antara Panwaslih Aceh Tengah dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah, yang berlangsung di kantor Panwaslih Aceh Tengah, saat itu.

 

Peran Kampus, kata Fahrul seperti rilis yang diterima Suaragayo.com, Selasa (15/6/2021), didalamnya bernaung generasi cerdas. Selain itu kampus juga salah satu pilar utama atau institusi utama yang melahirkan generasi-generasi pemilih cerdas.

 

Para mahasiswa diharapkan keterlibatannya secara langsung dalam proses tiap tahapan. Seluruh proses pemilu dan pemilihan perlu diawasi, dan terlibat melaporkan setiap dugaan pelanggaran. Pada proses ini, bukan hanya penyelenggara dan peserta atau pemilih, tetapi juga kalangan perguruan tinggi.

 

“Kerja sama ini wujud dari Panwaslih membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam mengawal demokrasi. Dalam kontestasi Pemilu dan Pilkada kerap diwarnai dengan praktek kecurangan terutama bahaya laten politik uang, maka kita perlu bersama-sama dalam menegakkan hukum pemilu,” tambah Fahrul.

 

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah (STIHMAT) Takengon, Amir Syam, dalam sambutannya mengharapkan kerjasama dengan perguruan tinggi ini selain dapat menambah kompetensi pengetahuan bagi mahasiswa juga perguruan tinggi, dapat mendorong mahasiswa untuk menyebarluaskan nilai demokrasi dan memiliki peran ditengah-tengah masyarakat sebagai agen perubahan.

“Kita butuh generasi bangsa yang memiliki jiwa demokrasi yang sehat yang mampu menghasilkan pemimpin yang kredibel, akuntabel, ber-integritas tinggi dan anti perilaku korup, sehingga terwujud cita-cita menjadi bangsa yang maju dan sejahtera,” ungkap Amir Syam.

Kegiatan penandatanganan MoU (nota kesepahaman) dan kerjasama antara Panwaslih Kabupaten Aceh Tengah dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah (STIHMAT) Takengon tersebut, dihadiri anggota Panwaslih Aceh Tengah, civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah. ***

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button