GAYOLiputan KhususTakengon

Pedagang Bakso Bakar Keliling di Aceh Tengah ini, Sukses Kuliahkan Anaknya hingga jadi Karyawan Vivo dan Ruang Guru

Penulis : Nihayatul Afifah Husna

TAKENGON, SUARAGAYO.COM- Anak yang hebat terlahir dari orang tua yang hebat. Begitulah julukan yang pantas disematkan untuk Ajad Bin Tarim (56), seorang pedagang bakso bakar keliling di Merah Pupuk, Atu Lintang, Aceh Tengah.

Betapa tidak, pria ini mampu menyekolahkan kelima anaknya bahkan sampai ke jenjang sarjana.

Siapa sangka kelima orang anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang ini sudah mulai menggeluti dunianya masing-masing.

Saat ditemui Suaragayo.com dikediamannya, Ajad atau yang disapa Pak Ayut dengan penuh semangat menceritakan tentang pengalaman hidupnya dalam membesarkan anak-anaknya.

“Saya berjualan bakso bakar dengan sepeda motor di sekitar Atu Lintang saja,” kata Pak Ayut, Rabu (9/9/2020).

Pak Ayut saat memperlihatkan gerobak bakso bakarnya. (Foto: Nihayatul Afifah Husna)

Pak Ayut memilih menawarkan dagangannya disejumlah titik pemberhentian yang dianggap sering atau mudah disinggahi pembeli.

Pendapatan Pak Ayut cenderung tidak menentu. Terkadang bisa sampai Rp400.000 per hari.

“Kalau hujan, kadang bawa pulang hanya 50.000 rupiah saja,” ucapnya.

Waktu berdagang juga tidak menentu. Ajad biasanya mulai berjualan mulai pagi hari. Kecuali saat sedang mencari rumput untuk pakan ternak kambingnya, Pak Ayut memilih berjualan mulai Pukul 14.00 hingga Pukul 17.00 WIB.

Namun selama sepekan, Pak Ayut membutuhkan tiga hari libur berbelanja untuk kebutuhan bahan dasar bakso beserta kebutuhan bumbunya.

“Setelah dibantu istri menyiapkan bahan perlengkapan bakso bakar, barulah saya pergi berdagang,” jelas Pak Ayut, sembari menyebut nama sang istri yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, Siti Muniroh.

Anak pertamanya Atika Salwa Gustiana (27) kini sedang bekerja sebagai salah satu karyawan Vivo di Takengon.

Nur Annisa (17), anak Bungsu Ajad atau Pak Ayut. (Nihayatul Afifah Husna).

Anak kedua Abdul Rofik Fauzi (24) telah lulus sarjana, dan saat ini tengah bekerja sebagai salah satu bagian marketing Ruang Guru untuk area Lhokseumawe.

Anak ketiga Yulia Sumita Ratma Mughni (22) sedang melanjutkan pedidikan di Universitas Malikussaleh, Jurusan Arsitektur.

Anak Keempat Isti Indriana Sfitri (19) berhasil melanjutkan pendidikan di universitas yang sama dengan kakaknya, yakni jurusan psikologi.

Anak yang terakhir Nur Annisa (17) sedang mengenyam bangku sekolah menengah keatas di SMA Negeri 11 Takengon.

“Mungkin masing-masing sudah ada rezekinya. Alhamdulillah, jadi orang tua itu hanya sekedar membantu, karena mereka sudah menggeluti profesi masing-masing, sudah punya rezeki masing-masing yang sebagian besarnya. Kalau saya hanya sekedar membantu dan mendukung,” ucap Pak Ayut.

Sementara anak-anaknya bisa jadi menganggap sudah merasa berkewajiban membahagiakan orang tua.

Meskipun terlahir dari keluarga yang sederhana, tidak menyurutkan semangat putra putri Pak Ayut tersebut untuk tetap bersaing dengan banyaknya orang diluar sana.

Ucapan syukur kepada tuhan selalu terucap ketika mengingat prestasi yang di peroleh anak-anaknya.

“Alhamdulillah, bangga sebagai orang tua. yang namanya Yulia Sumita yang lagi kuliah Prestasinya dari silat sampai tingkat provinsi, terus prestasi belajar di sekolah juara umum,” jelas Pak Ayut.

“Yang baru masuk ini yang psikologi namanya Indri prestasinya dari bulu tangkis sampai tingkat provinsi, yang masih SMA namanya Nisa prestasinya dari juara 1 umum, ikut pencak silat juga sampai ketingkat provinsi juga kalau anak saya Opik itu prestasinya dari pramuka sampai tingkat provinsi, dan anak yang paling besar dipanggil Tika, pernah SMA di pulau Jawa, sekarang di Takengon jadi juara 3 di kelasnya,” jelas Pak Ayut.

Sebagai orangtua, Pak Ayut berharap supaya anak-anaknya kelak tidaklah menjalankan hidup seperti dirinya, dirinya menginginkan anaknya hidup lebih baik dari dirinya saat ini.

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button