Bener MeriahEkonomiGAYO

Pemda Bener Meriah Mulai Lakukan CMS Banking Agar Transaksi Keuangan Tepat Sasaran

Penulis: Iwan Bahagia

BENER MERIAH, SUARAGAYO.Com – Untuk menjamin ketepatan sasaran dalam setiap penyaluran dana serta memenimalisir adanya indikasi penyimpangan dalam hal pengelolaan keuangan daerah, Pemerintah Bener Meriah sudah memberlakukan pembayaran non tunai atau Chas Managemen System (CMS) Banking.

“Sejak Januari 2020 Pemerintah Bener Meriah sudah memberlakukan system non tunai,” sebut Ilham Abdi, S.STP, M.AP Kadis Kominfo Bener Meriah, dalam keteranganya kepada media, Kamis (7/10/2021).

Menurutnya, system pembayaran dari tunai ke non tunai ini sesuai dengan peraturan Bupati Nomor 08 Tahun 2020. Hal ini sesuai dengan sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 910/1867/SJ tanggal 17 April 2017.

“Perubahan ini sudah pasti ada tantanganya, diawal kita terapkan memang sangat sulit, namun atas komitmen bersama, juga dibarengi dengan regulasi SDM, serta sistem Informasi terintegrasi antar Perbankan, Penyedia Barang/jasa dan mekanisme pengawasan serta kesiapan SKPK, alhamdulillah saat ini semua berjalan dengan baik,” jelas Ilham.

“Upaya ini sangat berkaitan erat dengan aspek Pengelolaan Keuangan Daerah agar dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomi, efektif, trasparan dan bertanggungjawab,” jelas Ilham.

Untuk upaya mencegah korupsi dan adanya pemotongan, serta tidak transparan, Pemda Bener Meriah menempuh langkah perubahan, diantaranya dengan melakukan transaksi non tunai atau SMS bangking.

“Suka tidak suka, dan harus suka. Sebab sistem ini sekarang telah menjadi tradisi di Pemerintahan Bener Meriah,” terangnya.

Sejak Januari 2020 untuk pembayaran gaji kepada seluruh ASN yaitu PNS atau tenaga kontrak dan honorer, termasuk tunjangan kinerja ASN. Pembayaran gaji Pegawai Tidak Tetap (PTT), pembayaran honorarium guru mengaji serta penyaluran Dana Bantuan Sosial Kemasyarakatan sudah menggunakan sistem CMS ini.

Jadi, sebut Ilham, seluruh bendahara disemua OPD tidak lagi memegang uang secara cash. Bila ada uang cash itu juga sesuai dengan kebutuhan tertentu.

“Sistem ini juga merupakan komitmen Pemerintah Aceh, dimana semua transaksinya keuangan dipantau KPK. Sejak Januari 2020, Pemerintah Bener Meriah ketika melakukan transaksi tidak lagi menggunakan uang tunai,” jelas Ilham lagi.

“Mari sama sama kita dukung, sama sama kita bangun Bener Meriah ini agar menjadi daerah yang bersih dari penyimpangan. Bila semua pihak mendukungnya Insya Allah Bener Meriah akan semakin baik kedepanya,” tutup Ilham Abadi.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button