Bener MeriahGAYOLiputan KhususSosial

Perangkat Kampung di Bener Meriah Mengaku Kesulitan Tangani Covid-19 Bila Tidak Ada Jaringan Telkomsel

Penulis:Iwan Bahagia

BENER MERIAH, SUARAGAYO.com – Terganggunya layanan Telkomsel juga berujung pada terhambatnya penanganan Covid-19 di tingkat desa di Bener Meriah.

Seperti disampaikan Hafizan, seorang perangkat kampung Kenawat Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Biasanya, warga yang baru keluar masuk ke desa selalu dipantau oleh perangkat kampung. Khususnya warga yang berasal dari luar daerah selama pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Namun akibat terputusnya akses komunikasi dari Telkomsel, pihaknya kewalahan untuk mendapatkan data terkini terkait pendataan selama penanganan Covid-19 tersebut.

“Kami khawatir, yang masuk tidak terkontrol oleh pemerintah di kampung, karena kita tidak bisa akses informasi melalui perangkat telepon karena tidak ada jaringan Telkomsel,” kata Hafizan saat dihubungi Suaragayo.com, Selasa (10/8/2020) malam.

Menurut Hafizan, informasi terkini terkait orang masuk dan keluar daerah di Bener Meriah sangat dibutuhkan oleh perangkat desa, agar wabah tidak serta merta mudah berkembang di level desa.

Apalagi beberapa waktu lalu warga Bener Meriah sudah mencapai 30-an yang positif Covid-19.

“Kalau jaringan begini terus, kami ya kesulitan mengakses informasi. Baik SMS, telepon maupu info secara online,” jelas Hafizan.

Dia pun meminta Telkomsel cepat memperbaiki jaringan yang terganggu akibat terbakarnya sebuah gedung milik Telkom Selasa siang.

“Seperti Virus Corona, semoga jaringan bisa diperbaiki, dan gangguan Telkomsel lekas berlalu, karena kita kesulitan tangani Virus Corona,” ucap Hafizan.

Berdasarkan pantuan Suaragayo.com, hingga Pukul 21.30 WIB, jaringan Telkomsel belum juga dapat diakses di Takengon, maupun di Kabupaten Bener Meriah.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button