AcehGAYONasionalTakengon

Perusahaan yang Bekerja untuk PLTA Peusangan Harus Menghargai Kearifan Lokal

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Kepala BPBD Aceh Tengah, Ishak, sangat mendukung pelaksanaan proyek PLTA Peusangan oleh PT PP di Kecamatan Silih Nara.

Namun pihaknya berharap, segala sesuatu persoalan yang terjadi di perusahaan itu harus berkoordinasi dengan pemerintah mulai dari level desa, kecamatan hingga kabupaten.

Terkait pandemi Covid-19, Pemkab Aceh Tengah ujar Ishak, mminta agar PT PP dapat mengawasi setiap karyawan yang pulang pergi melihat keluarga.

“Kami berharap saling berkoordinasi, sehingga semua selamat, pekerjaan dapat dilanjutkan,” kata Ishak, dalam konferensi pers yang digelar oleh PT PP di komplek pekantoran PT PP di Kampung Bius, Kecamatan Silih Nara, Senin (26/10/2020).

Berikutnya, Ishak yang mewakili Bupati Aceh Tengah dalam kesempatan itu meminta semua pihak termasuk BUMN yang bekerja di PLTA Peusangan dapat menghargai local wisdom di daerah, termasuk menghomati segala kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

“Apabila ada keputusan tertentu dari kabupaten hingga daerah dapat dipenuhi. Termasuk kearifan lokal di Kampung Bius,” ungkap Ishak.

Minta maaf atas Klaster PT PP

Sementara itu Project Manager PT PP, Eko Septiyanto menyampaikan permintaan maaf kepada Pemkab Aceh Tengah atas ketidaknyamanannya karena terdapat staf yang positif Covid-19.

“Kami mohon maaf, ini menjadi cambuk kita. Atas apa yang terjadi dengan protokol kesehatan. Saya mewakili manajemen akan lebih perhatian lagi dalam kasus Covid-19, termasuk protokol kesehatan,” ujar Eko Septiyanto saat memberikan sambutan dalam konferensi pers tersebut.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button