EdukasiEkonomiGAYOTakengon

Pisang dan Umbi-Umbian, Potensi Ketahanan Pangan di Aceh Tengah Dikala Pandemik

Penulis : Nihayatul Afifah Husna

TAKENGON, SUARAGAYO.COM – Ketahanan pangan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan di tengah pandemi Covid-19 yang masih menguncang perekonomian dunia.

Sejauh ini, ketersediaan stok pangan sebenarnya masih dapat terpenuhi di Indonesia, termasuk di Aceh Tengah.

Tidak terkecuali di Kecamatan Atu Lintang, tanah yang subur dan luasnya lahan yang dimiliki masyarakat di kawasan itu, dianggap masih layak menjadi harapan bagi yang punya keinginan untuk bercocok tanam, sehingga ketahanan pangan masih mampu diperkuat sebagai solusi menghadapi pandemik.

Hal itu dikatakan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Atu Lintang, Salman,  yang menganggap kondisi tersebut cukup memberikan harapan bahwa ketahanan pangan sejauh ini masih dapat dipertahankan.

Ketua BPP Kecamatan Atu Lintang, Salman. (Dok. Istimewa)

Apalagi BPP tengah fokus menanam tanaman dengan masa panen yang cepat.

“Untuk menopang ketahanan pangan disaat pandemi, kita lebih menanam kepada tanaman yang masa panennya itu cepat. Seperti saat ini, di Atu Lintang, kita arahkan menanam seperti kentang dan jenis umbi-umbian sebagai stok persediaan pangan,” ujar Salman kepada Suaragayo.Com melalui sambungan telepon, dihubungi, Sabtu (10/10/2020).

Banyaknya jenis tanaman pangan yang tumbuh di Atu Lintang yang mampu menopang kebutuhan masyarakat khususnya dalam ketahanan pangan.

Disamping itu lanjut Salman, hampir semua perkebunan rakyat yang ada di Atu Lintang terdapat tanaman pisang. Ternyata pisang mampu menggantikan karbohidrat yang bisa menjadi pasokan energi untuk tubuh.

“Disamping itu juga, untuk wilayah Atu Lintang petani itu di setiap Kepala Keluarga pasti menanam pisang, pisang ini sebagai cadangan makanan sehingga disaat pandemi ini apabila nanti terjadi kekurangan pangan maka pisang bisa dijadikan sebagai salah satu produk makanan yang mengandung karbohidrat,” ucap Salman.

Selain untuk dijual, kreativitas masyarakat juga turut berperan dalam menompang program ketahanan pangan ini.

Ada pula masyarakat yang mengolah tanaman jenis umbi-umbian, selain pisang yang dapat dijadikan jajanan yang mudah untuk dipasarkan dan menghasilkan pundi-pundi rupiah. selain itu ujar Salman, masyarakat juga mengolah pisang menjadi jajanan rumahan.

Salman berharap agar covid-19 cepat berlalu sehingga petani mampu menjalankan aktivitas secara normal kembali.

Ia berharap, saat masa pandemik, masyarakat dapat memanfaatkan lahan untuk menanam kentang dan segala jenis umbi-umbian serta tanaman hortikultura lainnya supaya bisa menjadi penghasilan tambahan di samping kopi.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button