Bener MeriahGAYOHukum

Suami Siri Bunuh Arini karena Ditagih Hutang 37 Juta

Pelaku tidak mengakui perbuatannya

Penulis: Iwan B

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Polisi mulai menemui titik terang atas kasus kematian Arini, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Aceh, Selasa (11/8/2020).

Ibu rumah tangga sekitar Pukul 09.00 waktu setempat ditemukan tetangganya tak bernyawa dalam posisi berlutut dengan seutas tali kain terikat dilehernya.

Menurut Kasat Reskrim Aceh Tengah, Iptu Rifki Muslim, kematian Rini dianggap tidak wajar oleh penyidik, setelah melakukan olah TKP dan mewawancarai suami Rini, M (40).

“Kalau dari olah TKP kita simpulkan sementara, korban tidak meninggal karena bunuh diri. Sebab pola simpul tali yang terikat dileher korban dan posisi korban yang berlutut dengan bagian tubuh menyentuh tanah tidak menujukkan indikasi bunuh diri,” kata Iptu Rifki.

Kematian Rini yang tampak tidak wajar, sebut Iptu Rifki, mengindikasikan pelaku adalah suaminya.

Sebab lanjutnya, suami pelaku, M mengaku bahwa memang terjadi perkelahian pada Senin malam hingga Selasa pagi.

“Menurut keterangan suami siri korban, keributan berawal dari permintaan handphone oleh korban. Sementara suaminya meminta kunci mobil,” kata Rifki.

Masih berdasarkan keterangan suami Rini, pasangan itu berkelahi karena rebutan kunci mobil truk cold diesel dan handphone.

Setelah itu, polisi mengambil keterangan istri pertama M bersama seorang anaknya yang pada malam kejadian berada di rumah Rini, serta menyakikan keributan yang berlangsung antara korban dengan suaminya.

Pengakuan keduanya, M memiliki utang senilai sekitar 37 juta rupiah dengan istri keduanya, Rini.

Namun berbeda dengan M yang mengaku uang tersebut adalah biaya yang diminta Rini untuk bercerai.

“Dari pengakuan anak dan istri sah terduga pelaku, korban meminta uang itu untuk berpisah dengan M, karena ingin kembali ke Kampungnya di Sumatera Utara,” sebut Iptu Rifki.

Setelah itu, polisi memeriksa handphone korban, dan menemukan percakapan lewat WhatsApp antara Rini dan M tentang tentang piutang.

Dalam percakapan itu, Rini menagih hutang kepada suaminya Rini senilai 37 juta ditambah 2 buah handphone Jaminan atas hutang itu adalah mobil truk milik suaminya yang “disita” di rumah Rini.

Suami Rini juga berdalih, perkelahian antara dirinya dengan korban dimulai saat istri sirinya memukul sebuah balok kepada M.

Ketika Rini memukul untuk kedua kalinya, M berusaha mengelak, dan memegang tangan Rini dan sampai membuatnya bungkam.

“Pengakuan terduga pelaku, setelah menjatuhkan posisi korban, pelaku mengambil kayu untuk menghindari serangan istrinya. Pengakuan pelaku balok yang dipukulkan arini sampai patah,” jelas Rifki.

Selain itu, sejumlah tetangga mengaku mendengar suara keributan dari rumah Rini. Bahkan keributan percekcokan keduanya terdengar dari malam hingga subuh hari.

Polisi akhirnya menetapkan tersangka karena kecurigaan yang kuat serta jawaban M yang berbelit-belit.

“Dugaan pelaku tunggal, M sampai saat ini belum mengaku. Jadi kita tidak mau berspekulasi macam-macam sampai proses penyelidikan selesai,” ungkap Rifki.

Kini M mendekam di Mapolres Bener Meriah untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan terancam pasal 338 KUHP yang berbunyi: “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.”

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button