AcehGAYOHukumTakengon

Pria yang Melarikan Siswi MIN di Aceh Tengah Ternyata Pernah Cabuli Seorang Anak dan Terlibat Begal

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Pria berinisial K (25), yang melarikan seorang siswi salah satu MIN di Aceh Tengah dengan sebuah becak bermotor ternyata pernah divonis penjara akibat kasus pencabulan yang dilakukan pada 2015 silam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Suaragayo.com, akibat perbuatannya terhadap korban anak di bawah umur kala itu, K divonis delapan tahun penjara.

Pria tersebut dikabarkan sempat kabur dari dari Lembaga Permasyarakatan Takengon dan sempat melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di jalan raya, atau disebut aksi begal disela pelariannya. Kejadian itu berlangsung pada medio 2019 di Kampung Tanoh Depet, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, namun warga berhasil menangkapnya.

Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, AKP Arief Sanjaya membenarkan bahwa K merupakan mantan narapidana kasus pencabulan.

“Benar, yang bersangkutan  pernah terlibat kasus pencabulan dan pencurian dengan kekerasan,” kata Arief Sanjaya.

Berbelit saat diintrogasi

Sementara itu AKP Arief Sanjaya juga mengungkapkan, polisi belum mendapatkan pengakuan pasti dari K yang melibatkan istrinya dalam dugaan upaya melarikan ND pada 6 September lalu.

“Saat diperiksa si K memberi jawaban berbelit-belit kepada penyidik, sehingga belum dapat disimpulkan maksud dan tujuan membawa ND dengan becak bermotor miliknya,” jelas Arief.

Ia mengaku polisi masih terus memeriksa K dalam kasus upaya pelarian ND tersebut. Namun hingga saat ini maksud dan tujuan pria yang sudah menjadi tersangka itu belum membuahkan hasil.

“Sementara K bersama istrinya masih diperiksa. Karena alasan berbelit, keterangan tersangka belum bisa dipastikan kebenarannya,” ungkap Arief Sanjaya.

Ia juga menjelaskan, kondisi K dalam keadaan babak belur saat diperiksa, karena pada Selasa malam sempat dihajar masyarakat yang menemukannya di Kecamatan Pegasing.

“Baik K beserta istrinya sudah ditahan di sel Mapolres Aceh Tengah,” ungkapnya.

Terkait keterangan korban yang merupakan siswi di salah satu MIN di Aceh Tengah, polisi belum bisa meminta keterangan karena masih dalam keadaan trauma serta kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

“Korban masih menjalankan pemulihan di rumahnya dan belum bisa dimintai keterangan,” lanjut Arief Sanjaya.

“Dugaan sementara ada tindak kekerasan yang dilakukan K kepada ND, namun kita masih menunggu hasil visum,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button