GAYOTakengon

Profil M Isa Umar, Qari Pertama Gayo yang Mewakili Aceh, Berceramah dan Menjadi Imam sejak Kuliah

Penulis: Iwan Bahagia

TAKENGON, SUARAGAYO.Com – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tengah, M Isa Umar meninggal dunia, Rabu (10/2/2021).

Tokoh yang tergolong karismatik ini meninggal karena gejala stroke yang dialaminya.

Berdasarkan data yang diterima Suaragayo.com dari keponakan almarhum, Yusradi Usman Algayoni, M Isa Umar merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, semuanya sudah meningal dunia.

M Isa Umar memiliki 9 orang anak, tiga diantaranya juga sudah meninggal dunia.

Tokoh yang tinggal di Bebesen ini meninggalkan 7 orang anak dan seorang istri serta 9 orang cucu.

Almarhum lahir tahun 1942. Ia meninggal pada usia 79 tahun.

Ia pernah kuliah dengan titel sarjana muda di IAIN Ar Raniry, kemudian melanjutkan jenjang S1 dari STAI Gajah Putih.

Pada 1969, saat masih berstatus mahasiswa, M Isa Umar terpilih sebagai qari, mewakili Kabupaten Aceh Tengah dan tercatat sebagai qari pertama dari Gayo dalam MTQ Tingkat Provinsi Aceh di Sabang.

Sejak kuliah, aktif berceramah dan jadi imam. Tamat kuliah, setelah batal melanjutkan studi ke Mesir, dan kembali ke Aceh Tengah, almarhum berkerja sebagai PNS di Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, aktif dalam membina, mengembangkan, dan memajukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Aceh Tengah hingga menjelang tutup usia.

M Isa Umar pernah menjadi guru PGA selama 6 tahun. Pada periode 1987-1997, M Isa Umar pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Aceh Tengah.

Ia juga menjadi dosen tafsir di STAI Gajah Putih. Sempat juga sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid Besar Quba Bebesen dan sebagai Penasihat Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Aceh Tengah 2007-2017.

Setelah itu, ia aktif sebagai pengurus Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Tengah.

Di samping Ketua MPU Aceh Tengah, almarhum juga sebagai Dewan Pakar Syariah Bank Pengkreditan Syariah BPRS Renggali. Penasihat Pengurus Daerah Al Washliyah Kabupaten Aceh Tengah (1993-2021), Guru Tahsin Alquran Muslimat Al Washliyah Kabupaten Aceh Tengah (1980-sekarang), Tenaga Ahli Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Washliyah Kabupaten Aceh Tengah, dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, kemasyarakatan, dan kedaerahan, baik di Aceh Tengah, Gayo, maupun di Aceh.

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button