EdukasiEkonomiGAYOTakengon

Prospek Bunga Krisan Kampung Hakim Bale Bujang yang “Tersapu” Pandemi Covid-19

Jurnalis Warga: Rahma Gustia

TAKENGON, SUARAGAYO.com – Bunga adalah tanaman yang sangat disukai dan digemari oleh banyak orang, apalagi dengan kecantikan dan keunikannya masing-masing membuat yang menyukainya tergiring untuk memelihara dan merawat dihalamam rumah mereka tersendiri.

Lebih-lebih lagi sejenis tanaman bunga hias yang sudah memiliki ciri khas dan keunggulan terhadap keindahannya, sehingga dapat menarik perhatian di setiap mata yang melihatnya.

Di Indonesia, salah satu tanaman bunga yang elok mendapat perhatian dari manusia adalah tanaman bunga krisan (Chrysanthemum indicium L). Sebab bunga ini memiliki keragaman, kesegaran yang relatif serta keindahan disetiap bentuk dan warnanya.

Di Kampung Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah adalah salah satu kampung yang menanam dan melestarikan bunga berjenis krisan untuk dijadikan tempat wisata.

Penanaman bunga krisan ini telah dirancang sejak tahun 2017 oleh Reje Kampung Bale Bujang bersama masyarakatnya.

Tahun 2018-2019, sejumlah warga mulai memproses pelestarian bunga krisan tersebut, dengan menggandeng dinas kehutanan untuk memanfaatkan lahan yang ada di pinggiran kampung itu.

Saat dikunjungi Suaragayo.com, Reje Kampung Bale Bujang, Misriadi atau Adi Bale sebagai menjelaskan, potensi ekonomi bisa muncul dengan menanam bunga krisan.

“Kami memilih bunga krisan, karena nilai jualnya sangat tinggi dan dapat menambahkan perekonomian masyarakat sekitar. Sayang masyarakat kita kalau asal tanam aja, sedangkan kita tidak mengetahui cara pemasaran dan tidak ada nilai perekonomian nya,” kata Adi Bale, Sabtu (12/09/2020).

Bibit bunga krisan yang ditanam, berasal dari daerah Bogor, Jawa Barat.

Penanaman dimulai dengan sekitar 5000 bibit. Seiring berjalannya waktu, sebagian bunga sudah menghasilkan bibit yang baru.

Pihak Kampung kemudian menanam sekitar 2000 hingga 3000 bibit saja.

Bibit bunga krisan pertama kali ditanami merupakan bantuan Ketua DPRK Aceh Tengah pada akhir tahun 2019 yang lalu.

Persoalan muncul saat pandemi Covid -19 merebak hingga saat ini. Bunga krisan telah disapu bersih dan lokasi wisata yang ada di kampung itu ditutup untuk sementara waktu dan akan dibuka kembali diwaktu yang akan datang, termasuk wisata bunga krisan.

“Target yang ingin dicapai oleh masyarakat kampung kita, yaitu untuk lima tahun ke depan tidak kalah saing dengan lokasi wisata lain yang ada di luar,” pungkas Misriadi.

Editor: Iwan Bahagia

Facebook Comments Box

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button